
Jbm.co.id-DENPASAR | Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Bali menggelar konsolidasi internal secara marathon yang melibatkan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem kabupaten/kota se-Bali.
Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 30 Juli hingga 2 Agustus 2026, sebagai langkah memperkuat struktur organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi agenda politik mendatang.
Konsolidasi dilaksanakan secara bergilir di sembilan kabupaten/kota, dimulai dari Gianyar, Bangli, Klungkung, Denpasar, Badung, Tabanan, Karangasem, Buleleng, dan ditutup di Jembrana. Setiap kegiatan digelar di kantor DPD masing-masing atau lokasi yang telah disepakati.
Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara, mengatakan konsolidasi menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas partai hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, NasDem Bali tidak hanya berupaya mempertahankan kursi yang telah diraih, tetapi juga menargetkan peningkatan perolehan suara pada pemilu mendatang.
“Nah, tentu untuk itu semua saya selaku Ketua DPW NasDem Bali mengambil langkah-langkah kongkrit untuk bisa menentukan arah Partai Nasdem Bali kedepan. Jumlah target suara yang kita tentukan berapa, itu agar jelas,” kata Senantara saat ditemui usai rapat konsolidasi di DPD Partai NasDem Kota Denpasar, Jumat, 31 Juli 2026.
Sebagai bagian dari penguatan organisasi, DPW NasDem Bali menghadirkan Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPW Partai NasDem Gorontalo, Agustinus Moruk Taek atau Ampy. Kehadirannya dimaksudkan untuk membagikan pengalaman sukses membangun kekuatan politik NasDem di Gorontalo.
Senantara menilai pencapaian NasDem Gorontalo layak dijadikan contoh karena mampu berkembang dari tanpa kursi legislatif menjadi salah satu kekuatan politik utama di daerah tersebut.
“Itulah sebabnya saya mengundang salah satu Kader Partai Nasdem, kakak Ampy yang sudah berhasil menggolkan kaderisasi di Gorontalo yang awalnya kursinya kosong semua tingkatan. Dan terakhir sekarang itu di provinsi ada tujuh, di kabupaten ada 37 dan di DPR RI ada satu, juga ada banyak kepala daerah dari NasDem. Dan ini barometer buat Bali,” tambah Senantara.
Ia menegaskan DPW NasDem Bali akan mengadopsi pola-pola pemenangan yang diterapkan di Gorontalo sebagai referensi dalam menyusun strategi politik ke depan.
“Saya pribadi mengambil langkah-langkah konkrit untuk bisa menentukan arah Partai NasDem Bali ke depan. Kita akan belajar dari kisah sukses Gorontalo dan mengulang kisah sukses Gorontalo, kita akan tiru pola-pola yang ada di Gorontalo,” pungkas Senantara.
Sementara itu, Ampy memaparkan perkembangan perolehan kursi Partai NasDem di Gorontalo dalam dua periode terakhir. Ia menilai keberhasilan tersebut dicapai melalui penguatan struktur partai hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS).
“Gorontalo mulai dari 1 kursi pada 2018, kami naikkan menjadi 17 kursi. Tahun 2024 kami naikkan lagi menjadi 37 kursi, semua fraksi penuh dan meraih posisi Ketua serta Wakil Ketua DPRD. Strateginya apa? Semuanya desa-desa ada NasDem, DPRD, TPS, semua ada NasDem. Kita pindahkan cerita sukses Gorontalo ke Bali,” tegas Ampy.
Ampy juga menyebut keberhasilan NasDem Gorontalo tidak terlepas dari kepemimpinan Rachmat Gobel yang aktif turun langsung ke masyarakat. Menurutnya, karakter tersebut memiliki kemiripan dengan kepemimpinan Ketua DPW NasDem Bali saat ini.
Melalui konsolidasi marathon ini, DPW Partai NasDem Bali berharap seluruh kader dan pengurus semakin solid serta siap menghadapi dinamika politik sekaligus memperkuat mesin partai dalam menyongsong pemilu mendatang. (ace).




