Raffi Ahmad Tanam Pohon Beringin di Singaraja Gaungkan Gerakan Jaga Alam

Jbm.co.id-BULELENG | Semangat bakti kepada Ibu Pertiwi tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga lewat aksi nyata menjaga kelestarian alam.
Hal itu diwujudkan melalui gerakan “Menjaga Alam, Menguatkan Negeri” yang ditandai dengan penanaman pohon beringin di wilayah Singaraja, Buleleng, Bali, Rabu (1/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, jajaran TNI AU, serta sejumlah mitra dan pegiat lingkungan.
Pohon beringin dipilih karena dikenal sebagai simbol pengayoman dan kekuatan. Selain itu, sistem perakarannya yang kuat diharapkan memberikan manfaat ekologis dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta mendukung keberlanjutan sumber daya air.
Kehadiran Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden juga menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam isu lingkungan.
Kolaborasi bersama TNI AU dan berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa pelestarian alam membutuhkan keterlibatan lintas sektor.
Founder Kawan Alam Indonesia, Henny Paula Sitohang, mengatakan penanaman pohon harus dipandang sebagai langkah awal dari proses panjang dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
“Menanam pohon bukan hanya tentang menanam satu batang pohon hari ini, tetapi tentang menanam harapan untuk kehidupan yang akan datang. Ketika kita menjaga pohon, kita sebenarnya sedang menjaga air, tanah, udara, dan ruang hidup bagi generasi berikutnya,” kata Henny.
Menurut Henny, keterlibatan berbagai pihak menjadi penting karena persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Kawan Alam Indonesia percaya bahwa menjaga alam membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, TNI, komunitas, dunia usaha, generasi muda dan masyarakat harus bisa berjalan bersama. Karena alam tidak mengenal batas institusi. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi bagian dari warisan ekologis yang kita tinggalkan untuk generasi berikutnya,” tambahnya.
Ia menegaskan, semangat “Menjaga Alam, Menguatkan Negeri*” memiliki makna yang lebih luas. Ketahanan sebuah bangsa, kata dia, tidak hanya dibangun melalui aspek pertahanan dan ekonomi, tetapi juga melalui lingkungan yang sehat dan sumber daya alam yang terjaga.
“Negeri yang kuat membutuhkan alam yang sehat. Karena itu, menjaga alam bukan sekadar kegiatan sosial atau lingkungan, tetapi merupakan bagian dari membangun ketahanan bangsa. Ketika sumber air terjaga, hutan dan pepohonan dirawat, serta masyarakat memiliki kesadaran ekologis, kita sedang memperkuat fondasi Indonesia untuk jangka panjang,” kata Henny.
Aksi penanaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremoni. Pemeliharaan pohon, edukasi lingkungan, serta gerakan nyata lainnya dinilai penting untuk memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
Melalui gerakan tersebut, kecintaan terhadap Indonesia diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang berdampak panjang, yakni menanam, merawat, dan memastikan alam tetap hidup bagi generasi mendatang.
Pewarta: Ranu Sugito
Editor: Putu Wiguna




