BaliBeritaDaerahDenpasarEkonomiPemerintahan

OJK Bali Luncurkan ToT Modul Literasi Keuangan Buat Guru SMA/MA Perkuat Edukasi Finansial Pelajar

Jbm.co.id-DENPASAR | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar dengan menggelar kegiatan Kick Off dan Training of Trainers (ToT) implementasi Modul Ajar Literasi Keuangan bagi guru SMA/MA se-Bali.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni tatap muka dan daring, dengan melibatkan kepala sekolah serta perwakilan guru ekonomi, Selasa, 24 Pebruari 2026.

Program ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan tingkat SMA/MA di Provinsi Bali yang sebelumnya diperkenalkan pada 7 Oktober 2025. Inisiatif tersebut merupakan hasil kolaborasi antara OJK Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Bali, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Provinsi Bali.

Modul ajar ini dirancang untuk menstandarkan materi literasi keuangan bagi siswa SMA/MA di seluruh Bali. Tujuannya agar para pelajar memiliki pemahaman yang seragam mengenai konsep dasar keuangan, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi hingga pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Materi literasi keuangan tersebut akan diajarkan kepada siswa kelas X pada semester kedua setiap tahun pelajaran dengan total durasi pembelajaran selama 16 jam.

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali, Irhamsah, menegaskan pentingnya pemahaman keuangan bagi generasi muda.

“Dengan jumlah pelajar di Bali sekitar 902.437 orang atau 20,23% dari jumlah penduduk Pulau Dewata, peningkatan literasi keuangan untuk para pelajar tidak dapat dikesampingkan. Hal ini penting karena pemahaman keuangan merupakan essential life skill untuk mencegah potensi permasalahan terkait dengan penggunaan produk keuangan seperti penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal serta kejahatan keuangan digital,” kata Irham.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, S.T., M.Si. yang memberikan apresiasi terhadap langkah OJK dalam memperkuat literasi keuangan bagi kalangan pelajar melalui peran para guru.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada OJK Provinsi Bali bersama MGMP Ekonomi Provinsi Bali atas inisiasi dan kolaborasi yang sangat strategis. Langkah nyata ini memperkuat kapasitas generasi muda Bali agar memiliki kecakapan literasi dan inklusi keuangan. Selanjutnya agar literasi keuangan di kalangan pelajar tidak berhenti pada tingkat pengetahuan saja namun juga dapat terwujud melalui adanya ekosistem yang memungkinkan pelajar kita melakukan praktik baik dari literasi keuangan yang telah diperoleh di bangku sekolah,” kata Ida Bagus Gde Wesnawa Punia.

Program literasi keuangan ini juga sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, indeks literasi keuangan nasional ditargetkan mencapai 69,35% dan inklusi keuangan sebesar 93% pada tahun 2029.
Sementara dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, sektor keuangan menjadi salah satu dari 45 indikator utama pembangunan dengan target inklusi keuangan mencapai 98% pada 2045.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional berada di angka 66,46%, masih lebih rendah dibandingkan tingkat inklusi keuangan yang mencapai 80,51%. Pada kelompok usia pelajar 15–17 tahun, tingkat literasi keuangan tercatat 51,68%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 74%.

Selain memberikan pemahaman dasar mengenai lembaga jasa keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK, modul ajar ini juga dilengkapi materi terkini mengenai kejahatan keuangan digital, produk keuangan berbasis teknologi seperti pinjaman daring dan aset digital, serta mekanisme pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Melalui kegiatan Training of Trainers ini, OJK berharap para guru dapat menjadi Duta Literasi Keuangan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, literasi keuangan dapat ditanamkan sejak dini kepada para pelajar guna membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri secara finansial, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button