Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Pacitan Kian Meluas, Toko Kelontong Ikut Menjerit
"Di sejumlah wilayah, para pedagang mengaku pasokan elpiji 3 kilogram semakin seret dalam beberapa pekan terakhir "

Pacitan,JBM.co.id-Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Pacitan ternyata belum juga mereda. Krisis pasokan gas bersubsidi yang akrab disebut gas melon itu kini tak hanya dirasakan rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga mulai menghantam toko-toko kelontong yang selama ini melayani penjualan eceran kepada masyarakat.
Di sejumlah wilayah, para pedagang mengaku pasokan elpiji 3 kilogram semakin seret dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu membuat stok cepat habis, sementara permintaan warga tetap tinggi.
Salah satunya diungkapkan Riska, pramuniaga di sebuah toko kelontong di lingkungan Slagi, Kelurahan Pacitan. Ia mengatakan, toko tempatnya bekerja kini hanya memperoleh pasokan sangat terbatas dari pangkalan. Dalam sepekan, jatah yang diterima kadang hanya dua hingga tiga tabung.
“Sudah beberapa pekan ini pasokan gas 3 kilogram terhambat. Dalam sepekan paling hanya mendapatkan dua sampai tiga tabung. Makanya siapa cepat dia yang dapat,” ujar Riska saat ditemui awak media, Ahad (21/6/2026).
Meski pasokan tersendat, Riska menyebut harga tebus dari pangkalan sejauh ini belum mengalami kenaikan. Untuk setiap tabung elpiji 3 kilogram, pihak toko menebus seharga Rp18 ribu. Adapun harga jual eceran kepada konsumen berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per tabung.
“Kalau dari pangkalan tetap Rp18 ribu. Kami jual eceran antara Rp20 ribu sampai Rp21 ribu,” jelasnya.
Keluhan serupa juga datang dari Tri, pemilik kios di kawasan Desa Mentoro. Ia menuturkan, distribusi dari pangkalan biasanya dilakukan tiga kali dalam sepekan, yakni pada Senin, Kamis, dan Sabtu. Namun, jumlah tabung yang dikirim setiap kali distribusi juga jauh dari kata mencukupi.
“Setiap distribusi nggak sampai lima tabung. Paling banyak ya lima tabung, dan itu sudah berlangsung beberapa pekan ini,” katanya.
Minimnya pasokan di tingkat pengecer ini menjadi gambaran bahwa kelangkaan elpiji 3 kilogram di Pacitan semakin meluas. Jika sebelumnya kesulitan hanya dirasakan konsumen rumah tangga dan pelaku UMKM, kini pedagang kecil yang menjadi perantara kebutuhan masyarakat pun mulai kewalahan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada makin sulitnya warga mendapatkan gas bersubsidi, terutama di wilayah-wilayah yang mengandalkan toko kelontong sebagai tempat membeli elpiji eceran. Warga pun berharap distribusi dari pangkalan segera kembali normal agar kebutuhan harian, baik untuk memasak di rumah maupun menunjang usaha kecil, tidak terus terganggu.(Red/yun).



