Alumni SMP Negeri 3 Pringkuku Jadi MC Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara
"Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bersama karena nama Pringkuku turut hadir dalam momentum penting peringatan kemerdekaan Republik Indonesia"

Pacitan,JBM.co.id-Kebanggaan kembali mengalir dari Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Salah satu putri terbaik daerah, Zuan Ratriningtyas, alumni SMP Negeri 3 Pringkuku, dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) dalam Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Kepercayaan tersebut bukan sekadar menjadi sebuah kehormatan pribadi. Kehadiran Zuan di panggung kenegaraan membawa nama sekolah, daerah, sekaligus menjadi representasi generasi muda Indonesia yang mampu tampil percaya diri, beradab, dan berkarakter di hadapan bangsa.
Bagi keluarga besar SMP Negeri 3 Pringkuku, kiprah Zuan menjadi bukti bahwa pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas. Nilai-nilai karakter, keberanian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta semangat untuk terus berprestasi dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk melangkah lebih jauh dan mengukir prestasi di tingkat nasional.
Camat Pringkuku, Widhi Kusumaningtyas, menyampaikan rasa bangga atas capaian yang ditorehkan Zuan. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bersama karena nama Pringkuku turut hadir dalam momentum penting peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Pringkuku. Zuan telah menunjukkan bahwa putra-putri daerah mampu tampil dan berprestasi di tingkat nasional. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus belajar, berani bermimpi, dan mengembangkan potensi diri,” ujar Camat yang akrab disapa Tyus ini, Senin (17/8).

Penampilan Zuan sebagai MC dalam upacara penurunan bendera di Istana Negara juga menyiratkan pesan penting: bahwa kesempatan besar dapat lahir dari daerah, dan prestasi tidak mengenal batas tempat seseorang tumbuh.
Dari Pringkuku, sebuah langkah kecil telah menjelma menjadi kebanggaan di panggung Indonesia. Jejak Zuan menjadi pengingat bahwa karakter yang kuat, kemampuan yang diasah dengan tekun, serta keberanian untuk mengambil kesempatan dapat mengantarkan generasi muda pada ruang-ruang prestasi yang lebih luas.
Bagi para pelajar di Pringkuku, kisah Zuan bukan sekadar cerita tentang seorang alumni yang berhasil tampil di Istana Negara. Lebih dari itu, ia adalah contoh nyata bahwa prestasi dapat dimulai dari sekolah, tumbuh melalui proses, dan akhirnya menginspirasi banyak orang.
Keluarga besar SMP Negeri 3 Pringkuku pun menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Zuan Ratriningtyas atas kepercayaan dan prestasi yang telah diraih.
Dari Pringkuku untuk Indonesia. Berkarakter, berprestasi, membanggakan negeri. (Red/yun).




