BeritaDaerahKesehatanPemerintahanPendidikanPolitikSosial

Peringati Hari Jantung Sedunia 2026, Pemkab Pacitan Siapkan Pengemudi dan Relawan Ambulan Ikuti Pelatihan BHD

"Pelatihan BHD dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan sumber daya manusia yang berada di garis depan pelayanan"

Pacitan,JBM.co.id-Upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Bertepatan dengan peringatan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day/WHD) 2026, RSUD dr. Darsono Pacitan akan menggelar External House Training Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi pengemudi/operator layanan operasional serta relawan ambulans di wilayah Kabupaten Pacitan.

Kegiatan yang mengusung tema “Don’t Miss a Beat” tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, bertempat di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, melalui surat undangan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Pacitan, meminta masing-masing instansi menugaskan satu orang pengemudi/operator layanan operasional serta dua orang relawan ambulans untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan BHD dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan sumber daya manusia yang berada di garis depan pelayanan. Kemampuan memberikan pertolongan pertama secara tepat dan cepat menjadi bekal yang sangat berarti, terutama ketika berhadapan dengan situasi kegawatdaruratan sebelum pasien mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Momentum Hari Jantung Sedunia sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan jantung membutuhkan perhatian bersama. “Tidak hanya tenaga kesehatan, masyarakat dan para petugas pendukung layanan juga memiliki peran dalam menciptakan rantai pertolongan yang cepat ketika keadaan darurat terjadi,” kata Sekda Maulana Heru, Rabu (30/9).

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pada kondisi yang mengancam nyawa. “Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan pelayanan, khususnya dalam mendukung mobilitas dan layanan ambulans di Kabupaten Pacitan,” tegasnya.

Dengan semangat “Don’t Miss a Beat”, peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 di Pacitan tidak sekadar menjadi seremoni. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa dalam kondisi darurat, setiap detik memiliki arti dan setiap kemampuan menolong dapat menjadi bagian penting dari upaya menyelamatkan kehidupan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button