BaliBeritaDaerahDenpasarPemerintahan

Kementerian HAM RI Pantau SPBU di Bali Antrean BBM Bali Mulai Terurai, tapi Pertamax Masih Kosong di Sejumlah SPBU

Jbm.co.id-DENPASAR | Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai terurai di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali.

 Setelah antrean masih terlihat panjang pada Jumat (16/10/2026), pemantauan sehari berikutnya menunjukkan kondisi yang lebih terkendali, bahkan sejumlah SPBU mulai melayani konsumen secara normal.

Perkembangan tersebut diketahui melalui pemantauan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai bersama Staf Khusus Menteri HAM Thomas Harming Suwarta dan Tim Kementerian HAM Wilayah Kerja Bali, Sabtu (17/10/2026).

Pemantauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan situasi kelangkaan BBM serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat di Pulau Dewata.

Pigai menjelaskan, pada pemantauan Jumat, antrean kendaraan masih mengular di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama pekerja, pelaku usaha, dan warga yang mengandalkan kendaraan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun, kondisi mulai menunjukkan perubahan pada Sabtu, bertepatan dengan hari pertama penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM jenis Pertalite. Kebijakan yang berlaku pada 17-19 Oktober 2026 itu menjadi salah satu langkah pengaturan pembelian BBM di tengah upaya mengurai antrean.

Dalam pemantauan tersebut, antrean di sejumlah SPBU tidak lagi mengular seperti hari sebelumnya. Bahkan, di salah satu SPBU kawasan Jalan Sunset Road, pelayanan terlihat relatif normal seperti hari biasa.

Meski demikian, perbaikan kondisi antrean belum sepenuhnya diikuti ketersediaan seluruh jenis BBM. Di beberapa SPBU yang dipantau, Pertalite masih tersedia, sedangkan Pertamax belum tersedia.

Pembelian Pertalite juga masih dibatasi maksimal 3 liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun antrean mulai terkendali, pemerataan pasokan dan ketersediaan berbagai jenis BBM masih perlu menjadi perhatian.

Menteri HAM RI Natalius Pigai meminta masyarakat tetap tenang dalam menghadapi situasi ketersediaan BBM di Bali. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.

“Hasil pemantauan pada 17 Oktober menunjukkan perkembangan positif. Antrean di sejumlah SPBU mulai terkendali, bahkan di beberapa lokasi pelayanan sudah terlihat normal seperti hari biasa. Ini menjadi perkembangan yang baik, meskipun ketersediaan beberapa jenis BBM masih perlu dipastikan kembali secara merata,” paparnya.

Pigai menegaskan, penanganan persoalan BBM harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kelancaran distribusi dan kepastian pasokan menjadi hal penting agar masyarakat tidak terus terbebani antrean panjang yang berpotensi mengganggu pekerjaan, usaha, maupun aktivitas sehari-hari.

“Kami mengharapkan masyarakat tetap tenang. Pemerintah tentu hadir dan terus melakukan upaya penanganan agar ketersediaan BBM kembali normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Harapannya, persoalan kelangkaan BBM di Bali dapat segera dituntaskan sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman,” pungkasnya.

Editor: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button