BeritaDaerahKeagamaanPemerintahanPendidikanSosial

Pendakwah yang juga Inspektur Inspektorat Pacitan, KH. Mahmud: Cintailah yang Menerima Rapuhmu, Bukan Sekadar Mengagumi Indahmu

"Cinta yang sejati tidak berhenti pada kekaguman terhadap kelebihan fisik, harta, atau jabatan"

Pacitan,JBM.co.id- Pendakwah yang juga menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Kabupaten Pacitan, KH. Mahmud, menyampaikan pesan mendalam tentang makna cinta dan pasangan sejati.

KH. Mahmud mengutip sebuah kalimat penuh makna: “Carilah yang mencintai rapuhmu bukan hanya kagum pada indahmu, sebab pasangan sejati ialah yang mampu menenangkan resahmu, menutup aibmu dan selalu bersyukur memilikimu.” Pesan tersebut disampaikan sebagai refleksi bagi masyarakat agar lebih bijak dalam memaknai hubungan dan memilih pasangan hidup.

Menurut KH. Mahmud, cinta yang sejati tidak berhenti pada kekaguman terhadap kelebihan fisik, harta, atau jabatan. Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki sisi rapuh, kekurangan, dan kelemahan yang tidak selalu tampak di hadapan umum. Justru pada titik itulah ketulusan pasangan diuji.

“Dalam kehidupan rumah tangga, tidak ada manusia yang sempurna. Pasangan yang baik adalah yang hadir saat kita lemah, bukan hanya ketika kita kuat dan berhasil,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Sebagai pejabat publik yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan, KH. Mahmud juga mengaitkan pesan tersebut dengan nilai integritas dan tanggung jawab moral. Ia mengajak masyarakat untuk membangun keluarga yang saling menjaga kehormatan, menutup aib satu sama lain, serta memperkuat komunikasi agar tercipta ketenangan dalam rumah tangga.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa rasa syukur menjadi fondasi penting dalam mempertahankan hubungan. Ketika seseorang mampu bersyukur atas pasangan yang dimiliki, maka ia tidak akan mudah membandingkan atau meremehkan kekurangan yang ada.

Tak sedikit yang menyambut baik pesan tersebut. Mereka menilai apa yang disampaikan KH. Mahmud relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana hubungan sering kali dibangun atas dasar penampilan dan pencitraan semata.

KH. Mahmud berharap masyarakat Pacitan dapat membangun keluarga yang harmonis, saling menguatkan dalam kelemahan, serta menjadikan cinta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Pasangan sejati bukanlah yang hanya hadir dalam gemerlap kebahagiaan, melainkan yang tetap setia berdiri di sisi kita saat rapuh dan penuh keterbatasan,” pungkasnya. (Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button