BadungBaliBeritaDaerahSeni Budaya

“UTOPIA 2025” Hadir di Bali Hadirkan 53 Karya dan 17 Seniman Bangun Imajinasi Dunia Ideal dari Bali

Jbm.co.id-BADUNG | Ditengah padatnya arus informasi yang kian menyesakkan, sebuah ruang teduh untuk memulihkan kesadaran hadir di Bali. Komunitas Seni Rupa HOCA (House of Cartoon maniA) bersama Bentara Budaya resmi meluncurkan pameran seni modern “UTOPIA 2025”, sebuah perayaan harapan dan imajinasi tentang dunia yang lebih baik.

Foto: “UTOPIA 2025” dibuka di Hotel Tijili Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Jumat, 5 Desember 2025.

Pameran yang dibuka pada Jumat, 5 Desember 2025 di Hotel Tijili Seminyak ini menjadi ajakan bagi publik untuk berhenti sejenak dari riuh kabar perang, bencana, dan konflik yang membayangi keseharian. Lewat karya-karya para seniman, “UTOPIA 2025” menghidupkan kembali gambaran ideal tentang tatanan sosial yang harmonis, manusiawi, dan menenteramkan.

Utopia sebagai Kritik dan Ruang Pemulihan

Pameran ini mengangkat subtema yang menyoroti sisi-sisi positif di balik berbagai peristiwa suram sepanjang 2025. Kritik sosial ditampilkan bukan melalui penonjolan keburukan, tetapi lewat imajinasi tentang kemungkinan yang seharusnya diperjuangkan.

Kurator I Wayan Nuriarta menegaskan bahwa pameran ini mengajak publik melihat ulang kesuraman yang terjadi di sekitar. Ia menyampaikan bahwa kritik dapat dilakukan dengan menunjukkan gambaran ideal yang seharusnya hadir dalam masyarakat.

Karya-karya bernapaskan utopia ini mengembalikan ruang bagi harapan dan mendorong pengunjung membayangkan masa depan yang lebih cerah, dimulai dari lingkup paling dekat: diri sendiri dan kehidupan sehari-hari.

Blockchain untuk Melindungi Karya Seniman

Keistimewaan pameran “UTOPIA 2025” terletak pada terobosan teknologi yang diterapkan. HOCA berkolaborasi dengan Baliola, startup penggagas Sertifikat Digital Kraflab berbasis Blockchain.

Seluruh karya dalam pameran ini telah tersertifikasi secara digital, memberikan perlindungan hak cipta yang tak bisa diubah atau dipalsukan. Hal ini menjawab kerentanan umum pada sertifikat konvensional, yang mudah digandakan.

Dengan verifikasi dari komunitas seperti HOCA, risiko pemalsuan karya menjadi jauh lebih kecil, sekaligus meningkatkan nilai dan keamanan bagi kolektor maupun seniman.

Dimeriahkan 17 Perupa dan 53 Karya

Sebanyak 17 seniman dari berbagai daerah hadir dalam pameran ini, termasuk Agus Yudha, Beng Rahadian, Den Dede, Putu Ebo, Thomdean, hingga Yulius Widi Nugroho. Mereka menampilkan total 53 karya berupa lukisan, ilustrasi, kartun, hingga karya tenun yang memadukan unsur fashion.

Setelah berakhir pada 14 Desember 2025, karya-karya yang belum diambil kolektor akan dipamerkan kembali di Hotel Tijili Benoa, Nusa Dua. Pembukaan dihadiri Manajer Bentara Budaya Pusat, Ika W Burhan, perwakilan Pemerintah Kota Denpasar, pimpinan HOCA, dan manajemen Hotel Tijili.

Dengan perpaduan seni, refleksi, dan inovasi digital, “UTOPIA 2025” menjadi ruang alternatif yang meneduhkan, yakni sebuah oase yang mengingatkan publik bahwa harapan tetap ada, bahkan ditengah dunia yang gaduh. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button