BeritaDaerahKeagamaanLingkungan HidupPariwisataPemerintahanPendidikanPolitikSosialwisata

Festival Nelayan 2026, Wabup Gagarin: Tahun Baru Hijriah Jadi Momentum Hijrah dan Pelestarian Laut

"Bupati menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Nelayan 2026 yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan"

Pacitan,JBM.co.id- Semarak Festival Nelayan 2026 yang digelar bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi masyarakat pesisir Kabupaten Pacitan. Tradisi tahunan yang sarat nilai religius, budaya, dan kebersamaan itu kembali menyatukan nelayan, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha dalam satu semangat syukur dan harapan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, membacakan sambutan Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro. Di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran Forkopimda, organisasi nelayan, serta ribuan masyarakat yang hadir, Bupati menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Nelayan 2026 yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan.

Mengawali sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan nikmat dan kesehatan sehingga dapat bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan Festival Nelayan 2026 dalam suasana yang aman, damai, dan penuh keberkahan.

Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Pacitan memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Dengan garis pantai sepanjang sekitar 70 mil yang membentang di tujuh kecamatan dan 26 desa, wilayah laut Pacitan menyimpan kekayaan sumber daya ikan yang beragam, mulai dari ikan pelagis besar, pelagis kecil hingga berbagai jenis ikan demersal yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat nelayan.

Lebih lanjut, momentum pergantian Tahun Baru Islam menurut Bupati tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kalender semata. Tahun baru Hijriah menjadi saat yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan menumbuhkan semangat perubahan ke arah yang lebih baik.

“Konsep hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan transformasi diri menuju kehidupan yang lebih bermakna, lebih baik, dan lebih bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun umat,” demikian pesan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati Gagarin, Senin (15/6/2026).

Dalam sambutannya, Bupati juga memberikan apresiasi kepada masyarakat nelayan Pacitan yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Tasyakuran Laut setiap 1 Muharram. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun tersebut dinilai sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir sekaligus wujud rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT melalui hasil laut.

Menurut Bupati, terdapat sejumlah nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tersebut. Pertama, sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas hasil tangkapan ikan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan. Bersamaan dengan itu dipanjatkan doa agar para nelayan senantiasa memperoleh keselamatan saat melaut dan hasil tangkapan yang melimpah.

Kedua, tradisi Tasyakuran Laut merupakan kearifan lokal yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Upaya melestarikan budaya harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan. Karena itu, masyarakat diajak untuk menjaga ekosistem laut dan menghindari praktik-praktik yang merusak, termasuk penangkapan ikan secara ilegal yang dapat mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan.

Ketiga, tradisi tersebut menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kekompakan seluruh elemen masyarakat. Hal itu tercermin dari keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Festival Nelayan 2026, mulai dari pemerintah, organisasi nelayan, dunia usaha, hingga masyarakat umum yang bersama-sama mendukung suksesnya acara.

Menutup sambutannya, Bupati Pacitan melalui Wakil Bupati Gagarin menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat Pacitan. Ia mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan rasa syukur, memperkuat kepedulian sosial, serta memperdalam kualitas keimanan sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“Semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap langkah dan mengabulkan segala harapan serta ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan Pacitan yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya,” pungkasnya.

Festival Nelayan 2026 pun menjadi lebih dari sekadar perayaan budaya. Di tengah debur ombak Samudera Selatan, tradisi ini kembali meneguhkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, sekaligus memperkokoh semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat pesisir Pacitan dari generasi ke generasi.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button