PHDI dan IB Putu Dunia Buka Jalan Rekonsiliasi Bentuk Tim Kajian Bersama Satukan Langkah Bangun Persatuan Hindu Nusantara

Jbm.co.id-JAKARTA | Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) I Nyoman Cantiasa, menerima kunjungan Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia bersama tim di Gedung PHDI, Jalan Anggrek Murni, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum membangun rekonsiliasi sekaligus memperkuat persatuan umat Hindu Indonesia.
Dalam simakrama tersebut, Nyoman Cantiasa didampingi Wakil Ketua Wayan Samudra Gina Antara, Ketua Sabha Walaka Nengah Dana, serta jajaran pengurus PHDI Pusat.
Kehadiran Ida Bagus Putu Dunia bersama tim disambut dengan apresiasi oleh jajaran PHDI Pusat. Kunjungan tersebut membawa pesan rekonsiliasi serta sejumlah usulan strategis untuk mempererat persatuan dan soliditas umat Hindu di seluruh Nusantara.
Nyoman Cantiasa menegaskan, pada prinsipnya seluruh pihak memiliki visi yang sama, yakni memperjuangkan kepentingan serta mewujudkan kesejahteraan umat Hindu.
“Visi kita sama untuk kepentingan dan menuju kesejahteraan umat,” tegasnya.
Menurutnya, simakrama ini merupakan salah satu langkah strategis untuk menyatukan pandangan, membangun komunikasi, serta memperkuat soliditas umat Hindu Indonesia.
Ia juga mengajak seluruh pihak agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya dengan mengurangi narasi maupun penyebaran informasi yang berpotensi memicu perpecahan di kalangan umat Hindu.
Sementara itu, Ida Bagus Putu Dunia menyampaikan usulan pembentukan Tim Kajian Bersama untuk membahas persoalan Sampradaya Asing. Tim tersebut diharapkan menjadi ruang dialog dan kajian untuk mencari penyelesaian atas berbagai perbedaan pandangan yang selama ini berkembang.
Menindaklanjuti usulan tersebut, unsur Sabha Walaka PHDI Pusat akan menyusun tim bersama yang melibatkan perwakilan dari pihak Ida Bagus Putu Dunia.
Pembentukan tim ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun komunikasi yang konstruktif, mempertemukan berbagai pandangan, serta mencari solusi melalui kajian bersama.
Simakrama tersebut sekaligus menandai upaya membuka ruang rekonsiliasi dan memperkuat persaudaraan di tengah dinamika perbedaan pandangan dalam kehidupan umat Hindu Indonesia.
Editor: Putu Wiguna




