Pameran Seni Rupa Kreatif “Ada_Mengada #2: Labuh” Hadirkan Ruang Apresiasi Seni di Pacitan. Berikut Penuturan Wabup Gagarin
"Kegiatan seni seperti Pameran Seni Rupa Kreatif Ada_Mengada #2 memiliki arti penting dalam memperkuat ekosistem kesenian di daerah"

Pacitan,JBM.co.id-Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut diwujudkan melalui gelaran Pameran Seni Rupa Kreatif Ada_Mengada #2 bertema “Labuh” yang diselenggarakan Yayasan Ros Timur Indonesia (YRTL) di Pendopo Eks Kawedanan Lorok, Pacitan, Senin (17/8/2026).
Pameran tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi seniman, pegiat seni, dan masyarakat untuk menikmati sekaligus mengapresiasi beragam ekspresi karya seni rupa.
Mengusung tema “Labuh”, kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi perhelatan artistik, tetapi juga membuka ruang dialog dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.
Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pameran seni tersebut, terlebih pelaksanaannya bertepatan dengan momentum peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Gagarin, kegiatan seni seperti Pameran Seni Rupa Kreatif Ada_Mengada #2 memiliki arti penting dalam memperkuat ekosistem kesenian di daerah. Kehadiran ruang-ruang kreatif semacam ini dapat menjadi sarana bagi seniman untuk berkarya sekaligus bagi masyarakat untuk semakin dekat dengan dunia seni.
“Apresiasi atas pameran ini. Bertepatan dengan HUT RI, semoga ke depan bisa berdampak terhadap masyarakat luas dan semakin banyak event kesenian yang tidak hanya lukisan, namun juga berbagai jenis karya seni lainnya,” ujar Gagarin.
Ia berharap geliat kesenian di Pacitan terus tumbuh dengan menghadirkan lebih banyak ruang bagi berbagai bentuk ekspresi kreatif. Dengan demikian, seni tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan turut memperkaya identitas budaya daerah.
Pameran Ada_Mengada #2 “Labuh” sekaligus memperkenalkan kiprah Yayasan Ros Timur Indonesia dalam mendorong kegiatan seni rupa kreatif.
Pemilihan Pendopo Eks Kawedanan Lorok sebagai lokasi pameran memberikan suasana tersendiri, mempertemukan karya-karya seni kontemporer dengan ruang yang memiliki jejak sejarah dan budaya.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Ros Timur Indonesia berharap apresiasi terhadap seni rupa di Pacitan semakin berkembang. Pameran pun menjadi penanda bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui kreativitas, kebebasan berekspresi, dan keberanian menghadirkan gagasan-gagasan baru di tengah masyarakat.(Red/yun).



