BeritaDaerahKesehatanLingkungan HidupPemerintahanPendidikanSeni BudayaSosial

Wayang Kulit Semalam Suntuk, DLH Pacitan Ajak Penonton Jaga Kebersihan Alun-Alun

"Menjaga kebersihan bukan semata tugas petugas kebersihan. Lingkungan yang tetap bersih juga lahir dari kesadaran setiap orang yang menggunakan ruang publik"

Pacitan,JBM.co.id-Pagelaran wayang kulit yang digelar di Alun-Alun Pacitan, Sabtu (26/9) malam, tak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kesenian tradisional. Di tengah kemeriahan pertunjukan, kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan.

Kehadiran masyarakat yang memadati kawasan alun-alun tentu berpotensi meningkatkan volume sampah, terutama dari sisa makanan dan minuman yang dibawa maupun dibeli selama acara berlangsung.

Kepala DLH Pacitan, Cicik Roudlotul Jannah, mengajak seluruh penonton untuk ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Kami mohon kesadarannya bagi para pengunjung pagelaran wayang kulit untuk membuang sampah di tempat yang sudah kami sediakan di beberapa titik seputaran Alon-Alon,” kata Cicik melalui pesan WhatsApp, Sabtu (26/9).

Imbauan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga wajah Alun-Alun Pacitan tetap bersih di tengah berlangsungnya kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat.

Bagi DLH, menjaga kebersihan bukan semata tugas petugas kebersihan. Lingkungan yang tetap bersih juga lahir dari kesadaran setiap orang yang menggunakan ruang publik.

Pagelaran wayang kulit merupakan bagian dari kekayaan budaya yang patut dirawat. Namun, menjaga budaya juga dapat berjalan beriringan dengan menjaga lingkungan.

Menikmati pertunjukan, berkumpul bersama keluarga, sekaligus memastikan tidak ada sampah yang ditinggalkan menjadi bentuk sederhana kepedulian terhadap ruang bersama.

Alun-Alun Pacitan pada malam itu menjadi panggung bertemunya seni, masyarakat, dan ruang publik. “Karena itu, selepas lampu pertunjukan meredup dan penonton beranjak pulang, kebersihan kawasan tersebut diharapkan tetap terjaga,” pesan Cicik.

Sebab, melestarikan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Cukup dengan membuang satu bungkus makanan, botol minuman, atau gelas plastik ke tempat sampah yang semestinya. Dari kebiasaan kecil itulah, ruang publik yang bersih dan nyaman dapat terus diwariskan.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button