BeritaDaerahKesehatanLingkungan HidupNasionalOpiniPariwisataPemerintahanPendidikanPolitikSeni BudayaSosial

Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia 2026, RSUD dr. Darsono Pacitan Ajak Masyarakat Bersatu dengan Sains Jaga Lingkungan

"Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan tempat tinggal, sekolah, tempat kerja, hingga fasilitas pelayanan kesehatan dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan masyarakat"

Pacitan,JBM.co.id– Menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi bagian penting dari upaya melindungi kesehatan masyarakat. Pesan itu kembali mengemuka dalam momentum Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia 2026, yang mengangkat tema “Bersatu dengan Sains untuk Melindungi Masyarakat.”

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa lingkungan yang sehat memiliki hubungan erat dengan kualitas hidup manusia. Sebaliknya, lingkungan yang tercemar dan tidak terkelola dengan baik dapat menjadi pintu masuk berbagai persoalan kesehatan.

Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, mengatakan upaya menjaga kesehatan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan tempat tinggal, sekolah, tempat kerja, hingga fasilitas pelayanan kesehatan dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan masyarakat.

“Menjaga lingkungan pada dasarnya adalah bagian dari menjaga kesehatan. Tindakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan akan memberikan manfaat besar, bukan hanya untuk kita saat ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” ujar dr. Johan, Sabtu (26/9).

Ia menuturkan, buruknya kondisi lingkungan dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit. Mulai dari penyakit pernapasan akibat kualitas udara yang buruk, penyakit berbasis air karena sanitasi dan air yang tidak aman, hingga penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti nyamuk.

Selain itu, pengelolaan bahan pangan dan limbah yang tidak tepat juga berpotensi menimbulkan keracunan. Lingkungan yang tidak nyaman, tercemar, dan tidak sehat dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi kesejahteraan serta kesehatan mental masyarakat.

Karena itu, pendekatan kesehatan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika penyakit sudah muncul. Upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat.

“Pencegahan harus menjadi perhatian utama. Kita tidak hanya berbicara tentang bagaimana mengobati penyakit, tetapi juga bagaimana mencegah masyarakat terpapar faktor risiko yang berasal dari lingkungan,” jelasnya.

Tema “Bersatu dengan Sains untuk Melindungi Masyarakat” juga menegaskan pentingnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan penelitian dalam menghadapi tantangan kesehatan lingkungan. Data, riset, teknologi, dan inovasi dapat menjadi dasar dalam merumuskan langkah pencegahan yang lebih tepat dan efektif.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat mengambil peran melalui berbagai tindakan sederhana. Menjaga kebersihan lingkungan rumah, sekolah, dan tempat kerja, menghemat air serta energi, menjaga kelestarian sumber daya alam, hingga mengelola sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle merupakan langkah yang dapat dilakukan siapa saja.

Menurut dr. Johan, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya juga diperlukan agar upaya menciptakan lingkungan sehat tidak berhenti sebagai slogan.

“Lingkungan yang sehat membutuhkan kepedulian dan kolaborasi. Kita perlu bersatu, menggunakan pengetahuan dan teknologi yang ada, sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar kesehatan lingkungan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia 2026 akhirnya bukan sekadar momentum seremonial. Lebih dari itu, menjadi ajakan untuk melihat kembali hubungan manusia dengan lingkungan.

Sebab, ketika lingkungan dijaga, sesungguhnya manusia sedang menjaga kehidupannya sendiri. Tindakan kecil hari ini dapat menjadi investasi besar untuk menghadirkan lingkungan yang sehat bagi generasi esok.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button