
Jbm.co.id-DENPASAR | Liga Kampung Soekarno Cup III dinilai selaras dengan program pembinaan usia muda yang tengah dikembangkan PSSI, khususnya dalam pencarian pemain usia 17 tahun untuk regenerasi sepak bola Indonesia.
Terlebih lagi, turnamen sepakbola tersebut dapat terus menjadi ruang pembinaan sekaligus sarana mempererat persatuan, solidaritas antardaerah, dan semangat kompetisi sehat di kalangan generasi muda Bali.
Demikian disampaikan Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup 2026 Provinsi Bali, sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, saat konferensi pers, Grand Final Kejuaraan Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026 di Stadion Ngurah Rai, Senin, 25 Mei 2026.
Adi Arnawa menyatakan nilai sportivitas menjadi hal utama yang terus dijaga selama turnamen berlangsung.
“Hari ini sudah masuk grand final, dimana Denpasar melawan Badung dan perebutan juara tiga antara Karangasem melawan Tabanan. Kita berharap grand final ini benar-benar menjunjung tinggi sportivitas,” kata Adi Arnawa.
Menurut Adi Arnawa yang juga menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, Liga Kampung Soekarno Cup III bukan sekadar kompetisi tahunan. Turnamen ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus seleksi pemain muda Bali yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Bali pada ajang Soekarno Cup Nasional di Surabaya.
Adi Arnawa menilai pelaksanaan turnamen sejak 9 Mei 2026 hingga grand final berjalan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.
“Selama pertandingan berlangsung, saya melihat semuanya berjalan lancar, aman, dan para pemain benar-benar menjunjung sportivitas, termasuk para ofisial,” kata Adi Arnawa.
Adi Arnawa menegaskan, Liga Kampung Soekarno telah berkembang menjadi wadah positif bagi generasi muda Bali yang memiliki bakat di bidang sepak bola untuk tampil dalam kompetisi formal dan terarah.
“Kegiatan Soekarno Cup ini ternyata menjadi wadah bagi talenta-talenta muda yang bisa bermain bola dalam kompetisi formal yang dilaksanakan oleh PDI Perjuangan,” ungkapnya
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bentuk nyata komitmen PDI Perjuangan dalam mendukung perkembangan olahraga, khususnya sepak bola usia muda di Bali.
Adi Arnawa juga menyebut semangat olahraga yang diwariskan Bung Karno menjadi inspirasi utama penyelenggaraan Soekarno Cup.
Adi Arnawa menyinggung perhatian besar Bung Karno terhadap perkembangan olahraga nasional, termasuk pembangunan fasilitas olahraga bersejarah di Indonesia.
“Ini bagian dari bagaimana kita menerjemahkan semangat Bung Karno yang sangat sportif dan sangat mengapresiasi olahraga,” kata Adi Arnawa.
“Dengan Liga Soekarno ini, kita berharap akan mendapatkan talenta-talenta muda usia 17 tahun yang nantinya bisa berkembang lebih jauh dan membawa nama Bali maupun Indonesia,” kata Adi Arnawa.
Adi Arnawa juga menyatakan turnamen sepak bola ini memperebutkan Piala Bergilir Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali dan total hadiah Rp117 juta.
“Ajang ini idak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan talenta muda potensial Bali yang bisa berprestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Pada partai puncak, tim Kota Denpasar berhadapan dengan Kabupaten Badung dalam perebutan gelar juara.
Sementara itu, laga perebutan posisi ketiga mempertemukan Kabupaten Karangasem melawan Kabupaten Tabanan. (ace).



