BeritaDaerahKesehatanPemerintahanPendidikanSosial

Kiat Puasa dan Berbuka Sehat untuk Lansia Ala Kadinkes Pacitan: “Jaga Kebugaran di Bulan Ramadan”

"Menurut dr. Daru, lansia memiliki kebutuhan nutrisi dan kondisi tubuh yang berbeda dibandingkan kelompok usia lainnya"

Pacitan,JBM.co.id-Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan membawa berkah spiritual sekaligus tantangan kesehatan, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia).

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, memberikan sejumlah kiat praktis agar lansia dapat berpuasa dan berbuka dengan cara yang sehat sehingga tubuh tetap bugar selama sebulan penuh.

Menurut dr. Daru, lansia memiliki kebutuhan nutrisi dan kondisi tubuh yang berbeda dibandingkan kelompok usia lainnya. “Puasa memang menuntut perubahan pola makan dan aktivitas. Untuk lansia, yang perlu diperhatikan adalah pemenuhan gizi seimbang, kecukupan cairan, serta istirahat yang cukup,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Tips sehat selama puasa bagi lansia, menurut dr. Daru, antara lain:

1. Pilih makanan bernutrisi saat sahur:

Lansia dianjurkan mengonsumsi makanan kaya serat, protein, dan vitamin saat sahur. Contohnya adalah buah-buahan, sayuran hijau, sumber protein seperti telur atau tahu tempe, serta karbohidrat kompleks yang memberikan energi tahan lama.

2. Cukupi kebutuhan cairan tubuh:

Dehidrasi menjadi risiko utama saat berpuasa, terutama untuk lansia. “Pastikan minum air putih yang cukup antara waktu berbuka dan sahur. Hindari minuman manis secara berlebihan karena justru bisa membuat cepat haus,” jelas dr. Daru.

3. Berbuka secara bertahap dan seimbang:

Saat waktu berbuka tiba, dia menyarankan lansia untuk tidak makan dalam porsi besar sekaligus. “Mulailah berbuka dengan yang manis-manis ringan seperti kurma dan air putih, kemudian dilanjutkan makanan utama yang seimbang,” kata dr. Daru.

4. Perhatikan kondisi kesehatan pribadi:

Lansia yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes atau tekanan darah tinggi disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Penyesuaian obat dan jenis makanan mungkin diperlukan agar puasa tetap aman.

5. Aktivitas fisik ringan dan istirahat cukup:

“Berjalan kaki ringan atau senam ringan di waktu yang tepat bisa membantu menjaga kebugaran tanpa membuat tubuh kelelahan,” tambah dr. Daru. Tidur dan istirahat yang berkualitas juga penting untuk memulihkan tenaga selama puasa.

dr. Daru menambahkan bahwa perencanaan menu dan jadwal makan yang baik, serta pemantauan kondisi tubuh secara berkala, dapat membantu lansia menjalankan ibadah puasa dengan penuh semangat dan kesehatan yang terjaga.

Dengan mengikuti kiat-kiat tersebut, diharapkan para lansia di Pacitan maupun daerah lainnya dapat melewati bulan Ramadan tanpa mengorbankan kesehatan, serta tetap menikmati momen kebersamaan bersama keluarga.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button