BeritaDaerahLingkungan HidupPemerintahanPendidikanSosial

DLH Pacitan Dorong Kolaborasi KIE, Lima Gerakan Sadar Sampah Dimulai dari Rumah

"DLH Pacitan juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemilahan sampah sejak dari sumber "

Pacitan,JBM.co.id- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan memperkuat strategi pengelolaan sampah melalui kolaborasi berbasis Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) guna membangun perubahan perilaku masyarakat secara terstruktur dan berkelanjutan. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran publik sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, menjelaskan bahwa KIE menjadi instrumen penting dalam mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui KIE, kami ingin membangun pemahaman masyarakat bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dimulai dari perilaku sehari-hari di rumah tangga,” ujarnya, Rabu (11/3/2026) .

Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi langkah awal untuk mengurangi timbulan sampah. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengubah pola konsumsi, memilih produk yang lebih ramah lingkungan, serta mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

Selain itu, DLH Pacitan juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemilahan sampah sejak dari sumber. Upaya ini dilakukan melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat mulai dari rumah tangga, sekolah, pasar hingga perkantoran. Pemilahan sampah sejak awal dinilai sangat penting untuk mendukung proses daur ulang dan pengolahan di fasilitas pengelolaan sampah.

“Jika masyarakat sudah memilah sampah dari rumah, proses pengolahan akan jauh lebih efektif. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat didaur ulang,” kata Yudo.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah juga menargetkan penurunan jumlah sampah yang masuk ke TPA. Pengolahan di tingkat sumber, kegiatan daur ulang, hingga potensi konversi sampah menjadi energi diharapkan dapat memperpanjang umur operasional TPA.

Sebagai bagian dari kampanye perubahan perilaku, DLH Pacitan juga menggaungkan Lima Gerakan Sadar Sampah dari Rumah Tangga.

Gerakan pertama adalah mencegah timbulnya sampah, dengan memprioritaskan penggunaan produk yang dapat digunakan kembali (reusable) serta mengurangi barang sekali pakai.

Gerakan kedua, masyarakat diajak membawa wadah sendiri saat berbelanja serta memanfaatkan sistem isi ulang atau refill station guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Gerakan ketiga adalah memilah sampah dari rumah, dengan memisahkan sampah organik dan anorganik menggunakan sistem kode warna serta mendukung penerapan pemilahan sampah berbasis komunitas di tingkat RT dan RW.

Gerakan keempat menekankan pentingnya menghabiskan makanan dengan mengambil porsi sesuai kebutuhan serta merencanakan menu secara bijak untuk menekan limbah makanan.

Sedangkan gerakan kelima adalah mengomposkan sisa makanan, sehingga sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan, baik melalui metode sederhana di rumah maupun kompos komunal di tingkat lingkungan.

Yudo menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat.

“Melalui KIE yang terstruktur dan kolaborasi semua pihak, kami optimistis kesadaran masyarakat akan meningkat sehingga pengelolaan sampah di Pacitan bisa lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button