Wamenpar Ni Luh Puspa Dorong Bali Perkuat Posisi sebagai Destinasi Wellness Tourism Berkelas Dunia di GHBC 2026

Jbm.co.id-DENPASAR | Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya pengembangan Wellness Tourism sebagai salah satu strategi memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI Ni Luh Puspa, dalam pembukaan Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, Sabtu, 11 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Wamenpar Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan GHBC 2026 yang dinilai mampu mempertemukan pelaku usaha, investor, akademisi, pemimpin industri, hingga berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah negara untuk membangun kolaborasi ekonomi global.
Menurutnya, forum internasional seperti GHBC memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, termasuk sektor Wellness Tourism yang saat ini terus mengalami pertumbuhan di tingkat global.
“Kekayaan alam, keanekaragaman hayati, budaya dan tradisi serta keramahtamahan masyarakat yang jadi hubungan yang mampu menghadirkan pengetahuan Wellness yang autentik dan berbeda dari destinasi lainnya.Bali menjadi salah satu contoh nyata kekuatan tersebut,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Wamenpar Ni Luh Puspa menilai Bali telah lama dikenal sebagai destinasi yang menawarkan keseimbangan antara alam, budaya, spiritualitas, dan gaya hidup sehat. Reputasi tersebut menjadi modal besar untuk memperluas pengembangan ekosistem Wellness Tourism Indonesia.
“Reputasi ini menjadi modal yang sangat besar untuk mendorong pengembangan ekosistem Wellness Tourism Indonesia secara lebih luas,” terangnya.
Wamenpar menekankan bahwa pengembangan sektor tersebut tidak dapat dilakukan sendiri, tapi diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, asosiasi, hingga mitra internasional. Hal tersebut agar mampu menciptakan inovasi dan meningkatkan daya saing industri pariwisata nasional.
“Saya percaya dengan semangat kolaborasi investasi yang berkualitas, Indonesia khususnya Bali akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi Wellness Tourism kelas dunia sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salam pesona Indonesia, wonderful Indonesia, terima kasih,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
GHBC 2026 sendiri mengusung tema “Towards Dharmanomics: Designing the Future” dan diikuti sekitar 200 peserta dari 10 negara, terdiri atas pengusaha, investor, diplomat, akademisi, profesional, serta pemimpin organisasi.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda seperti keynote speech, diskusi panel, business networking, business matching, pameran produk dan jasa, hingga kunjungan lapangan yang bertujuan membuka peluang investasi dan kerja sama internasional.
Selain memperkuat jejaring bisnis global berbasis nilai-nilai Dharma, penyelenggaraan GHBC 2026 juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi Bali melalui peningkatan kunjungan delegasi mancanegara serta mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perhotelan, transportasi dan industri MICE. (ace).




