BaliBeritaDaerahDenpasarEkonomiPariwisataPemerintahan

Wapres Gibran di GHBC 2026 Fokus Generasi Muda Hindu Harus Kuasai Teknologi dan Industri Hijau Siap Hadapi Indonesia Emas 2045

Jbm.co.id-DENPASAR | Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menaruh perhatian besar pada penguatan kapasitas generasi muda dalam pembukaan Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, Sabtu, 11 Juli 2026.

Menurutnya, bonus demografi harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan perluasan kolaborasi lintas sektor.

Dalam sambutan yang disampaikan pada pembukaan GHBC 2026, Wapres Gibran mengucapkan selamat atas terselenggaranya konferensi bisnis internasional yang mempertemukan sekitar 200 peserta dari 10 negara tersebut.

“Generasi muda Hindu Indonesia memiliki peran dan potensi strategis dalam rangka momentum demografi untuk meningkatkan produktivitas nasional,” kata Wapres Gibran.

Wapres Gibran juga menegaskan, generasi muda harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sekaligus berani memasuki berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi kreatif hingga industri hijau.

“Oleh sebab itu, saya sangat mendukung berbagai inisiatif yang menghadirkan peluang diskusi dan kolaborasi semacam ini yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda Indonesia,” terangnya.

Menurut Gibran, pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memperkuat kualitas SDM melalui berbagai program, diantaranya Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Kartu Indonesia Pintar (KIP), pelatihan kecerdasan buatan (AI), revitalisasi sekolah, MBG, CKG, Beasiswa LPDP, hingga Program Magang Nasional.

“Saya meyakini dengan kerja keras dan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan serta seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia Emas 2045 dapat kita wujudkan bersama,” kata Wapres Gibran.

GHBC 2026 mengusung tema “Towards Dharmanomics: Designing the Future” dan menghadirkan pelaku usaha, investor, akademisi, diplomat serta organisasi dari Indonesia, Malaysia, Singapura, India, Nepal, Uni Emirat Arab, Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Mauritius.

Executive Chairman Paradise Group of Companies, Dato’ Pardip K. Kukreja mengatakan konferensi tersebut dirancang sebagai wadah memperkuat jejaring bisnis global yang berlandaskan nilai-nilai Dharma, integritas, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

“Konferensi internasional ini mempertemukan sekitar 200 peserta dari 10 negara untuk membangun jejaring bisnis, investasi, dan kolaborasi ekonomi berbasis nilai-nilai Hindu,” terangnya.

Selain membahas investasi dan perdagangan, GHBC 2026 juga mendorong penerapan konsep Dharmanomics, yaitu pembangunan ekonomi yang menempatkan etika, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama sebagai fondasi utama.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai forum tersebut turut membuka peluang pengembangan sektor wellness tourism di Indonesia.

Menurutnya, Bali memiliki kekuatan berupa alam, budaya, spiritualitas, serta tradisi yang menjadi modal besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wellness tourism kelas dunia.

Panitia juga menyediakan 100 kuota gratis bagi mahasiswa Hindu jenjang S-1 dan S-2 agar dapat mengikuti seluruh rangkaian konferensi. Program ini diharapkan memperluas wawasan generasi muda sekaligus membuka akses terhadap jejaring internasional dan peluang investasi.

GHBC 2026 merupakan kolaborasi Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN), Prajaniti Hindu Indonesia, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, serta didukung Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB).

Selain memperkuat jejaring bisnis global, penyelenggaraan konferensi ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata, UMKM, perhotelan, transportasi dan industri MICE di Bali. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button