BaliBeritaDaerahDenpasarEkonomiPariwisata

Prof Raka Suardana Dorong Sira Village GOB Perkuat UMKM Hasil Binaan Dekranasda Bali Serap Tenaga Kerja Lokal Tembus Pasar Global

Jbm.co.id-DENPASAR | Kehadiran Sira Village Grand Outlet Bali (GOB) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali dinilai menjadi peluang besar bagi penguatan ekonomi kreatif dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undiknas sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Bali, Prof. Dr. IB Raka Suardana menilai konsep yang menghadirkan produk UMKM hasil kurasi Dekranasda Bali berdampingan dengan merek internasional merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar produk lokal.

Foto: Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undiknas sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Bali, Prof. Dr. IB Raka Suardana.

Menurutnya, model tersebut memberikan kesempatan bagi karya-karya UMKM Bali untuk tampil di ruang ritel modern yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

UMKM yang bergabung pameran di Sira Village GOB dibawah kepemimpinan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, yakni Phalam, Kahyangan Jewelry, Darmawan Silver, Ipong Design, Ipong Art, BASUDEWA, Kembang Sari Batik Painting dan Sunaka Jewelry.

Produk-produk lokal tersebut dipasarkan berdampingan dengan berbagai brand global di outlet premium pertama dan terbesar di Bali yang resmi beroperasi pada Jumat, 31 Juli 2026.

Kondisi itu diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas peluang transaksi.

Prof. Raka Suardana juga menilai pengembangan destinasi belanja, seperti GOB dapat mengubah orientasi pembangunan pariwisata Bali dari sekadar mengejar jumlah kunjungan menjadi menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Jika dikelola secara konsisten, keberadaan GOB dapat menjadi etalase produk unggulan Bali, sekaligus jembatan antara kreativitas masyarakat lokal dengan pasar global. Potensi penyerapan naker lokal, khususnya masyarakat sekitar, juga menjadi aspek positif yang perlu terus diperkuat,” Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undiknas dan WKU KADIN Bali Prof Dr IB Raka Suardana di Denpasar, Minggu, 2 Agustus 2026.

Meski memberikan apresiasi, Prof. Raka Suardana mengingatkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan UMKM lokal tidak cukup hanya dengan menyediakan ruang berjualan.

Menurutnya, program bebas biaya sewa selama tiga bulan merupakan stimulus awal yang positif, namun perlu diikuti dengan strategi jangka panjang.

Prof Raka Suardana menilai kepastian mengenai biaya sewa setelah masa promosi, pendampingan pemasaran, peningkatan kapasitas produksi, standardisasi kualitas, akses pembiayaan, hingga evaluasi berkala menjadi faktor penting agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Kritik konstruktifnya, keberpihakan terhadap UMKM lokal hendaknya tidak berhenti pada penyediaan ruang berjualan, tetapi harus memastikan terjadinya peningkatan omzet, perluasan pasar, dan penguatan kapasitas usaha,” kata Prof. Raka Suardana.

Selain itu, Prof. Raka Suardana mendorong agar proses kurasi pelaku UMKM dilakukan secara transparan, inklusif, dan berkelanjutan sehingga pelaku usaha dari seluruh kabupaten dan kota di Bali memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung.

Diakhir pernyataannya, Prof. Raka berharap Sira Village GOB mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Bali melalui penguatan produk lokal, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing UMKM.

“Semoga Sira Village GOB benar-benar menjadi rumah bersama bagi produk lokal Bali bukan sekadar etalase, tetapi menjadi lokomotif yang mampu mengangkat UMKM naik kelas, memperkuat identitas budaya, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan manfaat pertumbuhan pariwisata dpt dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Bali,” pungkasnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button