Provinsi Bali Peringkat Kedua Daya Saing Nasional Raih Skor 4,03 di IDSD 2025 Lampaui Jabar dan Jatim

Jbm.co.id-DENPASAR | Provinsi Bali kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan rilis terbaru Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bali menempati peringkat kedua sebagai provinsi dengan daya saing tertinggi di Indonesia.
Dalam laporan tersebut, Bali meraih skor 4,03, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 3,50. Capaian ini menempatkan Bali hanya satu tingkat di bawah DKI Jakarta yang berada di posisi puncak dengan skor 4,16.

Bali juga berhasil mengungguli sejumlah provinsi besar lainnya di Pulau Jawa. Jawa Barat mencatat skor 3,93, disusul Jawa Timur dengan 3,91, dan Jawa Tengah yang memperoleh 3,87. Sementara itu, posisi ketiga nasional ditempati Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan skor 4,00.
Buah Kebijakan Visi Pembangunan
Tingginya skor IDSD Bali tidak terlepas dari arah kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Bali. Program strategis yang menyeimbangkan sektor pariwisata, penguatan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi digital dinilai menjadi faktor kunci peningkatan daya saing daerah.
Visi pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang menitikberatkan pada harmoni alam, manusia (krama), dan kebudayaan Bali dinilai mampu diterjemahkan dalam kebijakan konkret. Implementasi visi ini berdampak langsung pada penguatan fondasi ekonomi daerah serta penciptaan iklim inovasi yang lebih kompetitif.
Percepatan proyek infrastruktur strategis, perlindungan produk lokal, hingga penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah turut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan skor IDSD Bali. Strategi tersebut dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong transformasi pembangunan yang berkelanjutan.
Peta Daya Saing Nasional 2025
Secara nasional, peta daya saing 2025 masih menunjukkan dominasi wilayah Jawa dan Bali. Dari seluruh provinsi di Indonesia, sebanyak 22 provinsi berhasil mencatatkan skor di atas atau sama dengan rata-rata nasional (≥ 3,50).
Rentang skor nasional tahun ini berada di angka 2,44 hingga 4,16. Di sisi lain, sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia masih berada di posisi terbawah, seperti Papua Pegunungan dengan skor 2,44 dan Papua Tengah yang mencatatkan 2,51. Kondisi ini menunjukkan perlunya percepatan pemerataan pembangunan antarwilayah di Indonesia.
Capaian Bali sebagai provinsi dengan daya saing tertinggi kedua di Indonesia menjadi indikator kuat bahwa strategi pembangunan berbasis keseimbangan ekonomi, budaya, dan inovasi mampu memberikan hasil konkret di tingkat nasional. (red).




