BadungBaliBeritaDaerahHukum dan KriminalPemerintahan

Made Wijaya Minta Polres Badung Serius Tangani Kemacetan dan Kriminalitas Dinilai Ancaman Pariwisata

Jbm.co.id-BADUNG | Wakil Ketua DPRD Badung Made Wijaya menekankan pentingnya peningkatan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Badung dan Polres Badung, khususnya dalam mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas dan aksi kriminalitas yang berpotensi mengganggu sektor pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Made Wijaya saat menerima silaturahmi Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Badung di Ruang Tamu Bupati, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Rabu, 14 Januari 2026.

Politisi Partai Gerindra itu berharap kepolisian memberi perhatian serius terhadap dua isu krusial di Kabupaten Badung. “Ya, kami berharap pihak kepolisian bisa memberikan atensi untuk dua hal di atas,” kata Made Wijaya, saat dihubungi di kediamannya di Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Kamis, 15 Januari 2026.

Isu pertama yang disoroti adalah kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di sejumlah titik. Menurut Made Wijaya, sebagai destinasi wisata dunia, kondisi lalu lintas yang semrawut dapat menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Badung.

“Ya, jika kemacetan ini masih saja terjadi, ini akan menjadi momok dan wisatawan pun kemungkinan akan berpikir untuk berkunjung ke Badung,” tegasnya.

Made Wijaya mendorong agar Polres Badung melalui Satuan Lalu Lintas dapat memperkuat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Badung dalam pengaturan arus kendaraan sekaligus mencari solusi jangka panjang.

“Untuk itu, Pemkab Badung pun sudah melakukan sejumlah kiat berupa membuat sejumlah ruas jalan baru maupun short cut,” ungkapnya.

Made Wijaya mencontohkan pengaturan lalu lintas yang saat ini dilakukan di wilayah Kerobokan oleh Dishub Badung. Namun, kebijakan tersebut masih memunculkan respons beragam dari masyarakat. “Disinilah, pihak kepolisian perlu mencari solusi bersama Dishub Badung,” tegasnya.

Selain kemacetan, persoalan kriminalitas juga menjadi perhatian serius. Made Wijaya menilai berbagai aksi kejahatan seperti penjambretan dan pencurian yang menyasar wisatawan berpotensi merusak citra pariwisata Badung. “Sejumlah aksi kriminalitas yang terjadi juga bisa menjadi momok pariwisata,” tegasnya.

Made Wijaya juga menyoroti adanya pelaku kejahatan yang melakukan tindak kriminal secara berulang dan dinilai belum mendapatkan efek jera dari hukuman yang dijatuhkan.

Oleh karena itu, Made Wijaya mendorong aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku residivis. “Tujuannya jelas untuk memberikan efek jera sehingga tidak melakukan lagi,” kata Made Wijaya.

Ke depan, ia berharap sinergi antara Polres Badung dan Pemerintah Kabupaten Badung dapat berjalan lebih solid demi mendukung pembangunan daerah.

“Sebagai anggota Forkopimda Badung, mari harus bergandengan tangan demi suksesnya pembangunan yang dirancang untuk kesejahteraan masyarakat secara umum,” pungkasnya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button