BadungBeritaDaerahPemerintahan

Ketua DPRD Badung Putu Parwata Pimpin Raker Banggar DPRD dan TAPD Badung Bahas Rancangan KUPA-Perubahan PPAS APBD 2023

Jbm.co.id-BADUNG | Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata memimpin langsung Rapat Kerja Banggar DPRD Badung dengan Tim TAPD Badung di Lantai III Gedung DPRD Badung, Rabu, 9 Agustus 2023.

Dalam Rapat Kerja tersebut, Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa dan Wakil Ketua II DPRD Badung Made Sunarta yang membahas Rancangan KUPA dan Perubahan PPAS APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2023.

Usai Rapat Kerja tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata menyampaikan, bahwa ada beberapa hal yang memang didiskusikan dalam APBD ini untuk membuat rancangan terbaik demi kepentingan Kabupaten Badung.

Advertisement

Dalam hal ini, lanjutnya ada beberapa pertanyaan terkait penguatan adat agama tradisi dan budaya, yang kemudian masalah pertanian proteksi petani.

“Soal proteksi petani, kita sudah punya perda, perda perlindungan pertanian. Kita sudah punya itu, tetapi Pak Sekda selaku Ketua TAPD Badung dengan penuh tanggung jawab, beliau sudah mengatakan kalau ada hal-hal yang memang perlu difasilitasi kepada petani yang gagal, maka Sekda dalam hal ini sebagai Ketua TAPD akan mendesain bagaimana yang terbaik yang bisa dilakukan oleh petani,” kata Putu Parwata.

Foto: Ketua DPRD Badung Putu Parwata memimpin langsung Rapat Kerja Banggar DPRD Badung dengan TAPD Badung di Lantai III Gedung DPRD Badung, Rabu, 9 Agustus 2023.

Kemudian, lanjutnya mengenai urusan perpustakaan atau museumnakan dievaluasi terkait perencanaan pembangunan dan lain sebagainya.

“Nah, itu sudah disampaikan jelas oleh pak Sekda selaku Ketua TAPD akan dilakukan evaluasi lebih lanjut,”jelasnya.

Mengenai anggaran bencana, Putu Parwata menerangkan, bahwa hal itu sudah dianggarkan di Biaya Tak Terduga.

“Saya kira keyakinan Pemerintah sangat kuat sekali. Bahkan, baru kali ini kami menanyakan apakah Pemerintah yakin dengan 8,4 Triliun APBD kita di perubahan? yakin ya sudah kita sepakat demi kepentingan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa menjelaskan, pihaknya dari pemerintah berencana ingin membuat museum yang ada di Bom Bali, karena bagaimanapun juga Bom Bali yang sekarang tempatnya kejadian itu menjadi destinasi.

“Saya kira ini perlu dikemas sedemikian rupa untuk bagaimana kita membuat semacam satu monumenlah yang lebih representatif, sehingga kita menjadi bagian dari pada destinasi,” kata Adi Arnawa.

Selain itu, Sekda Adi Arnawa juga menanggapi mengenai belanja tak terduga yang dianggap masih kecil oleh dewan dalam anggaran perubahan tersebut. Hal itu dikarenakan semuanya belum terserap dalam anggaran induk.

“Saya melihat, bahwa kalau memang belanja tak terduga kita pasang di induk serapannya belum banyak kenapa nambah uang lagi kan lebih baik kita arahkan ke pembangunan yang lain,” pungkasnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button