BeritaDaerahEkonomiKesehatanPemerintahanPendidikanSosial

Pola Asuh Jadi Faktor Dominan Penyebab Stunting di Pacitan

"Persoalan stunting bukan semata berkaitan dengan keterbatasan ekonomi, melainkan juga menyangkut bagaimana orang tua memberikan perhatian, pengasuhan, dan pemenuhan kebutuhan dasar anak sejak dini"

Pacitan,JBM.co.id- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, mengungkapkan bahwa pola asuh menjadi determinan terbesar penyebab stunting pada anak di Pacitan. Berdasarkan data yang disampaikan, faktor pola asuh menyumbang angka mencapai 85,9 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit infeksi sebesar 9,4 persen dan faktor kemiskinan sebesar 4,7 persen.

Menurutnya, persoalan stunting bukan semata berkaitan dengan keterbatasan ekonomi, melainkan juga menyangkut bagaimana orang tua memberikan perhatian, pengasuhan, dan pemenuhan kebutuhan dasar anak sejak dini. Karena itu, langkah tindak lanjut yang perlu diperkuat adalah melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang pentingnya pola asuh yang baik.

“Upaya tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui SOTH serta penguatan fungsi posyandu agar masyarakat semakin memahami pentingnya pengasuhan yang tepat bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Selain pola asuh, penyakit infeksi juga menjadi penyebab yang perlu mendapatkan perhatian serius. Untuk itu, pemerintah daerah mendorong dilakukannya skrining secara masif kepada balita stunting guna mendeteksi secara spesifik penyakit yang memengaruhi kondisi anak. Di sisi lain, penguatan poli rujukan stunting di RSUD Darsono juga dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Sementara itu, faktor kemiskinan tetap menjadi tantangan yang harus diatasi secara menyeluruh. Pemerintah menilai perlu adanya kepastian kepemilikan BPJS bagi masyarakat, penyediaan sarana sanitasi yang layak, hingga pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Sebagai bentuk keseriusan dalam percepatan penurunan stunting, seluruh rencana program dan kegiatan akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan program dan penganggaran. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor demi menciptakan generasi Pacitan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button