BaliBeritaDaerahDenpasarLingkungan HidupPemerintahan

Sudiartana Dukung Pansus TRAP, Tegaskan Kritik untuk Selamatkan Masa Depan Bali

Jbm.co.id-DENPASAR |  Mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat sekaligus CEO Jarrak Group, I Putu Sudiartana menyatakan dukungan atas kerja Panitia Khusus (Pansus) TRAP yang tengah menjadi perhatian publik di Bali.

Menurut Sudiartana, keberadaan Pansus TRAP merupakan bagian penting dari mekanisme demokrasi untuk memastikan arah pembangunan Bali tetap berpihak kepada masyarakat serta menjaga keberlanjutan Pulau Dewata ditengah derasnya arus investasi dan pembangunan.

“Perbedaan pendapat itu hal yang baik. Negara ini dibangun dari perbedaan. Yang penting bagaimana kita bersama-sama mencari solusi untuk Bali,” kata Sudiartana.

Ia menilai kritik terhadap pemerintah maupun proyek strategis tidak seharusnya dipandang sebagai upaya menjatuhkan pihak tertentu. Sebaliknya, kritik harus menjadi ruang evaluasi agar setiap kebijakan dan investasi yang masuk benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat Bali.

Sudiartana juga mendukung langkah Pansus TRAP dalam membuka berbagai temuan kepada publik.

Menurutnya, transparansi penting dilakukan agar masyarakat mengetahui secara jelas apakah terdapat pelanggaran hukum dalam suatu proyek atau kebijakan.

“Temuan-temuan Pansus harus menjadi pintu masuk untuk melihat apakah ada pelanggaran hukum atau tidak. Kalau memang ada, penegak hukum wajib memproses. Kalau tidak ada, juga harus dibuka secara terang kepada publik,” tegasnya.

Ia menilai dinamika politik yang berkembang saat ini merupakan hal wajar dalam sistem demokrasi. Terlebih, Bali sebagai destinasi internasional menghadapi tantangan besar mulai dari kemacetan, keterbatasan lahan, hingga tekanan terhadap lingkungan akibat pesatnya pembangunan.

Oleh karena itu, Sudiartana mengingatkan agar pembangunan Bali tidak hanya berorientasi jangka pendek, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan pulau ini untuk generasi mendatang.

“Bali ini bukan hanya milik kita hari ini. Bali dipikirkan untuk 100 sampai 200 tahun ke depan. Banyak pihak berkepentingan terhadap Bali karena Bali adalah wajah dunia,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudiartana juga menyoroti pentingnya ketegasan pemerintah terhadap investor yang dinilai melanggar aturan dan merugikan Bali.

Menurutnya, investasi yang masuk harus mampu memberikan manfaat nyata tanpa merusak keseimbangan alam dan budaya.

“Kalau investor hanya memanfaatkan Bali dan membuat masalah, negara harus hadir. Gubernur harus tegas terhadap investor yang melanggar aturan,” ujarnya.

Meski mendukung pengawasan ketat melalui Pansus TRAP, Sudiartana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mengedepankan solusi dibanding saling menyerang secara politik.

“Kalau ada yang kurang baik, mari dikritisi dengan solusi. Jangan hanya menjatuhkan. Kita semua punya tanggung jawab menjaga Bali,” pungkasnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button