BeritaDaerahKeagamaanNasionalPemerintahan

FGD Pra-Mahasabha XIII PHDI Serap Aspirasi Umat Kalteng Bahas Perubahan AD/ART hingga Isu Strategis 

Jbm.co.id-PALANGKA RAYA | Panitia Mahasabha XIII Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pra-Mahasabha XIII di Kalimantan Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Forum ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi umat sekaligus menghimpun berbagai masukan mengenai kondisi keumatan dan kelembagaan Hindu.

Hasil FGD tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pelaksanaan Mahasabha XIII PHDI yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta, pada 8-12 Oktober 2026.

Kalimantan Tengah menjadi daerah keempat yang menjadi lokasi FGD Pra-Mahasabha XIII.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Tengah.

FGD di Palangka Raya melibatkan berbagai unsur keumatan dan pemerintahan. Peserta di antaranya PHDI Kalimantan Tengah, Perguruan Tinggi Hindu, Majelis Besar Hindu Kaharingan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Tengah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan Hindu.

Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, Prof. Tiwi Atika, S.Ag., M.Ag., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

Menurutnya, perguruan tinggi Hindu juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter mahasiswa dan civitas akademika agar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menjadi teladan di lingkungan keluarga.

“Mahasiswa jangan hanya mengutamakan prestasi akademis, tapi harus lebih banyak mengasah nilai nilai diri dengan attitude yang tinggi. Lebih banyak mengasah empati dan kepedulian untuk maju berkembang Bersama,” pungkasnya.

Prof. Tiwi juga menyampaikan harapan agar tokoh-tokoh serta lembaga Hindu di tingkat pusat memberikan dukungan terhadap pengembangan IAHN Tampung Penyang.

Salah satu dukungan yang diharapkan yakni membantu proses peningkatan grade IAHN Tampung Penyang menjadi universitas.

Upaya tersebut dinilai penting dalam memperkuat pengembangan pendidikan Hindu di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Ketua Panitia Mahasabha XIII, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengaku bersyukur dapat hadir langsung di Kalimantan Tengah untuk menyerap aspirasi umat.

Kehadiran tersebut berlangsung di tengah kondisi bencana kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.

“Saya awalnya ragu apakah bisa terlaksana atau tidak, namun atas kehendak beliau kita akhirnya bisa berkumpul disini,” ujarnya.

Cantiasa menegaskan bahwa Mahasabha XIII tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial.

Menurutnya, Mahasabha harus menjadi forum strategis untuk mengambil keputusan, bertukar gagasan, menyusun perencanaan, serta menentukan langkah nyata bagi umat.

“Mahasabha yang akan kita laksanakan tidak hanya kegiatan serimonial belaka, Mahasabha adalah ruang strategis dalam pengambilan Keputusan, wadah transpormasi ide dan gagagsan sekaligus Menyusun perencanaan dan aksi dalam pencapaian. Mahasabha bukan hanya ruang membangun kerukunan internal umat hindu tapi membangun ruang toleransi antar umat beragama,” tegas Jenderal TNI bintang tiga itu.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat toleransi antarumat beragama dan bersama-sama menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Cantiasa kemudian menyampaikan pesan Menteri Agama mengenai pentingnya menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber konflik.

“Jangan jadikan perbedaan sebagai ajang konflik tapi jadikan membangun Indonesia yang penuh warna. Berbeda dalam keyakinan bertemu dalam kemanusiaan,” pungkasnya.

Dalam forum tersebut, pembahasan juga diarahkan pada sejumlah isu strategis kelembagaan PHDI. Salah satunya berkaitan dengan masukan terhadap perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PHDI Pusat serta Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) PHDI Pusat.

Seluruh aspirasi yang dihimpun dari Kalimantan Tengah selanjutnya diharapkan menjadi bahan dalam pembahasan Mahasabha XIII.

Masukan dari daerah tersebut diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan dan kelembagaan PHDI, sekaligus memastikan organisasi dapat menjawab kebutuhan umat Hindu di tingkat daerah maupun nasional.

Reporter: Ace Wiguna

Redaktur: Putu Wiguna

Sumber: Rilis PHDI

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button