BangliBeritaDaerahKeagamaanSeni Budaya

Desa Adat Bebalang Laksanakan Pemelastian Ida Betara Turun Kabeh

Jbm.co.id-BANGLI | Menurut petunjuk dari Ida Ratu Sri Begawan Putra Natha Bangli Anom Pemayun sebagai Siwan Jagat Desa Adat Bebalang terkait tata cara pelaksanaan Melasti, Arca Lingga Ida Betara yang diutamakan adalah Ida Betara Sakti Tiga dan Ida Betara Sakti Kahyangan masing-masing Banjar Adat di Kelurahan Bebalang.

Upacara Melasti ini bertujuan untuk menyucikan Buana Agung (Alam Semesta) serangkaian menyambut Hari Raya Nyepi.

Foto: Desa Adat Bebalang melaksanakan Melasti Ida Bethara Turun Kabeh.

Pada saat itu, Arca Lingga menyucikan buana alit atau diri masing-masing umat berdasarkan menjalankan Catur Brata Penyepian.

Di Kelurahan Bebalang, Bangli semua Pura Dadia yang ada di wilayah Bebalang juga ikut serta Turun Kabeh melasti, yang selanjutnya bersama-sama melinggih di Pura Puseh dan Pura Bale Agung Adag Bebalang, sesuai fungsi dan keberadaan masing-masing Dadia.

Pada abad kesebelas, Jagat Bebalang menurut Rajapurana Pura Kehen B dan Purana Kehen C Wong Bebalang Siniwi Hyang Tegal, Hyang Gaduh, Hyang Pahumbukan/ Sakti Tiga Desa Adat Bebalang.

Begitu pula dalam rangkaian karya besar di Pura Kehen Betara Sakti Tiga katurang Dangsil tumpang 11sama dengan Betara di Pura Kehen atau kadi linggih Betara ring Pura Kehen.

Dengan pelaksanan mekiis atau melasti di Gebug Telung Atus (Gebog Tiga Ratus), Bebalang yang melibatkan juga Arca Barong dari Pura Dalem Lagahan, Pura Puseh Bebalang, Pura Dalem Sembung dan Pura Dalem Gancan yang di penghujung acara penutup karya disertai acara Ngerebong.

“Acara Ngerebong ini juga sangat meriah diikuti oleh masyarakat dengan banyaknya masyarakat yang mengalami kerauhan (kesurupan) membuktikan bahwa kesakralan Arca Barong dan Rangda yang mempunyai nilai sakral yang mampu menetralisir aura-aura negatif,” paparnya.

“Sesuai harapan dari Ida Sri Begawan Putra Natha Anom Pemayun Bangli, semoga setelah terlaksananya acara Pemelastian Ida Betara Turun Kabeh alam semestaa besertai isinya mendapatkan keselamatan dan rahayu alam semesta. Begitu pula masyarakatnya tidak kurang sandang, pangan papan,” tegasnya.

Dalam rangkaian Pemelatian Ida Betara Sakti di wilayah Desa Adat Bebalang dilaksanakan dengan meriah dan penuh dengan keharmonisan alam semesta dan seisi alam semesta.

Dengan dilaksanakan serangkaian Pemelastian Ida Betara Turun Kabeh di Desa Adat Bebalang, I Nyoman Karsana, S.E., selaku Bendesa Adat Bebalang sangat yakin sekali akan ada perubahan dan kemajuan taraf hidup masyarakat dengan tidak terlepas tentunya masyarakat selalu yakin dan percaya terhadap kebesaran dari Ida Betara Sakti dari masing-masing banjar ikut serta Turun Kabeh.

Dari jumlah banjar yang ikut serta ada 6 banjar, yaitu Belalang, Tegal, Sedit, Gancan, Sembung dan Petak dari masing-masing banjar semua ngemedalang Ida Bethara beserta Arca Barong dan Arca Rangda yang juga medal melasti.

Arca Barong dan Rangda yang dipercaya oleh umat Hindu sebagai simbolis dari Dewa Iswara dan Dewi Parwati yang merupakan energi penetralisir positif dan negatif di alam semesta ini.

“I Nyoman Karsana, S.E., selaku Bendesa Adat yang baru beberapa bulan dilantik yang dulunya sempat juga ngayah sebagai Kelihan Adat Banjar Adat Bebalang satu periode kini menjabat jadi Bendesa Adat siap akan membuat terobosan-terobosan yang akan membuat Desa Adat Bebalang menuju sejahtera, damai dan santih,” ujarnya

Selaku Bendesa Adat I Nyoman Karsana, juga tidak terlepas dari dukungan Prajuru Adat di 6 Banjar yang ada di Desa Adat Bebalang atas kepercayaan masyarakatnya. (S Kt Rcn).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button