
Pacitan,JBM.co.id- Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, pesan menarik datang dari Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar. Di tengah maraknya imbauan larangan balapan liar, Kapolres justru mengajak masyarakat, khususnya umat Muslim untuk tetap “Gas Poll” selama Ramadhan, namun dalam makna yang jauh lebih mendalam dan bernilai ibadah.
Istilah “Gas Poll” yang disampaikan Kapolres bukanlah ajakan untuk memacu kendaraan di jalan raya, melainkan ajakan untuk memacu keimanan dan ketakwaan. Ia menegaskan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum berlomba-lomba dalam kebaikan, sebagaimana ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk fastabiqul khairat atau berlomba dalam amal saleh.
“Gas Poll bukan balapan motor, tapi Gas Poll dalam ibadah puasanya, ibadah sunnahnya, dan Gas Poll dalam sedekahnya. Ingat, tidak semua umat bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan,” ujar AKBP Ayub, Rabu (4/2/2026).
Pesan tersebut sekaligus menjadi penguatan spiritual bagi masyarakat agar tidak menyia-nyiakan bulan yang penuh ampunan dan keberkahan. Menurut Kapolres, Ramadhan adalah waktu istimewa yang tidak semua orang diberi kesempatan untuk menjumpainya kembali, karena sebagian telah lebih dahulu berpulang.
Dalam perspektif Islam, Ramadhan merupakan bulan pendidikan ruhani. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, meningkatkan empati sosial, serta memperbanyak ibadah sunnah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Nilai-nilai inilah yang ditekankan Kapolres sebagai bentuk “geber ibadah” yang sesungguhnya.
Perwira menengah Polri dengan dua melati di pundaknya itu juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Sekali lagi mari kita geber ibadah puasa kita. Semoga kelak kita menjadi hamba yang beruntung,” harapnya.
Ajakan ini sejalan dengan upaya menciptakan suasana Ramadhan yang aman, tertib, dan penuh keberkahan di Pacitan. Dengan mengalihkan semangat “adu cepat” di jalan menjadi adu kebaikan dalam ibadah, diharapkan Ramadhan tidak hanya berjalan khusyuk, tetapi juga membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.(Red/yun).



