BadungBaliBeritaDaerahLingkungan HidupPemerintahan

Ponda Wirawan Sebut Teguran Presiden Jadi Penyemangat, Pemkab Badung Sudah Tangani Sampah Pantai

Jbm.co.id-BADUNG | Teguran Presiden Prabowo Subianto terkait persoalan sampah di pantai Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Badung, dinilai sebagai dorongan positif untuk memperkuat upaya penanganan yang selama ini tel Loah berjalan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung ditegaskan tidak tinggal diam menghadapi persoalan sampah kiriman yang rutin terjadi setiap musim angin barat.

Ketua Komisi III DPRD Badung, I Made Ponda Wirawan, menegaskan bahwa arahan Presiden hendaknya dipahami secara bijak dan proporsional.

Menurutnya, teguran tersebut bukan berarti pemerintah daerah lalai, melainkan pengingat agar respons terhadap persoalan sampah semakin sigap dan terkoordinasi.

“Masyarakat sudah melihat, petugas kebersihan dari pemerintah selalu siap melakukan pembersihan. Tak hanya tenaga manusia, sejumlah alat berat juga telah kita kerahkan,” kata Ponda Wirawan, saat ditemui di Kantor DPRD Badung, Rabu, 4 Pebruari 2026.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, perangkat daerah terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta Dinas PUPR selama ini terus berjibaku menangani sampah kiriman yang terdampar di sepanjang pesisir Badung. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Peran TNI, Polri, pelaku pariwisata, organisasi kemasyarakatan, hingga LSM disebutnya kerap turun langsung dalam kegiatan gotong royong membersihkan pantai.

“Jadi, bukan saat ada teguran Presiden kita turun, sebelum-sebelumnya masyarakat secara luas kerap gotong-royong membersihkan sampah di pantai,” imbuhnya.

Dari sisi anggaran, DPRD Badung bersama pemerintah daerah juga telah memberikan dukungan serius. Bahkan, saat pembahasan hasil evaluasi APBD 2026, alokasi anggaran untuk penanganan sampah kembali diperkuat.

“Bahkan, saat pembahasan hasil evaluasi provinsi, atas APBD tahun 2026, kita memberikan tambahan anggaran untuk DLHK,” tandasnya.

Ponda Wirawan mengakui, fenomena sampah di pesisir selatan Bali erat kaitannya dengan faktor alam, khususnya musim angin barat yang membawa arus laut penuh sampah ke wilayah Badung.

Namun demikian, Ponda Wirawan menegaskan bahwa sampah yang terdampar tidak seluruhnya berasal dari Bali.
Sampah plastik, ranting, hingga kayu berukuran besar juga banyak yang datang dari luar daerah bahkan luar pulau. Karena itu, ke depan dibutuhkan penanganan yang lebih komprehensif dan lintas wilayah.

“Karena berbicara pariwisata bukan hanya Bali atau Badung saja, tapi Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button