
Jbm.co.id-DENPASAR | Bukan sekadar kegiatan sosial, namun membuka harapan dan kesempatan baru. Terpenting, hari ini bisa mengembalikan kepercayaan diri serta kemandirian bagi saudara-saudari yang membutuhkan.
Untuk itu, Narayanan Seva Sansthan dan Puspadi Bali berkolaborasi atas dasar dedikasi, peduli sosial serta kerja keras berinisiatif mengubah hidup.
Melalui kolaborasi yang luar biasa ini, semangat kemanusiaan mampu melampaui batas bahasa, budaya, agama maupun negara.
Sebuah kaki palsu mungkin terlihat sebagai alat yang sederhana. Namun bagi penerima alat ini adalah awal dari sebuah perjalanan baru.
Langkah yang sebelumnya terasa berat kini menjadi lebih ringan. Aktivitas yang dahulu terbatas, kini kembali terbuka lebar, diiringi mimpi-mimpi yang dapat terwujud.
“Kepada para penerima manfaat, kami berharap bantuan ini dapat menjadi teman setia dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Tetaplah percaya diri, teruslah berkarya, dan berikanlah inspirasi bagi lingkungan di sekitar,” kata Ketua Panitia Our Religion is Humanity, Sonia Kaur di Annika Linden Centre, Jalan Bakung Nomor 19, Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali, Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurut Sonia Kaur keberhasilan acara ini tentu tidak akan terwujud tanpa uluran tangan, kerja keras, serta dedikasi luar biasa dari berbagai pihak.
“Izinkan saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan mitra kerja atas dukungan finansial serta material yang tiada henti. Terima kasih pula kepada rekan-rekan panitia, relawan, dan tim medis dari Narayana Seva serta Puspadi Bali atas tenaga, waktu, dan ketulusan yang dicurahkan sejak masa persiapan hingga hari pelaksanaan ini. Setiap waktu dan kontribusi yang diberikan telah menjadi energi penggerak hingga acara ini dapat terselenggara dengan lancar,” kata Sonia Kaur.
Tak lupa, Sonia Kaur juga menyampaikan terima kasih kepada Senator Arya Wedakarna (AWK) yang telah merangkul semangat kemanusiaan sehingga acara ini dapat terealisasi dengan baik.
“Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Bapak dan Ibu dari Dinas Sosial Provinsi Bali, Bali Sruti, Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Kepala Kantor Imigrasi Denpasar, serta berbagai instansi lainnya yang telah membantu persiapan hari ini. Terima kasih juga kepada rekan-rekan event organizer dan travel,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Bali, Arya Wedakarna (AWK) mengatakan inisiatif pembagian kaki palsu tersebut mulai dirintis sejak Juli 2026 melalui pertemuannya dengan pihak Narayan Seva Sansthan dan Sonia Kaur di kantor DPD RI.
AWK menjelaskan, Narayan Seva Sansthan merupakan lembaga dari India yang bergerak di bidang pelayanan kemanusiaan dan kesehatan, termasuk penyediaan kaki palsu bagi penyandang disabilitas.
Dalam pertemuan tersebut, AWK kemudian mempertemukan pihak Narayan Seva Sansthan dengan Yayasan Puspadi Bali untuk membangun kolaborasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Dari pertemuan tersebut, kami mendampingi dan ternyata tercipta kesepahaman. Ternyata, kami menemukan bahwa daftar antrean warga yang membutuhkan kaki palsu gratis ini sangat banyak,” kata AWK.
Menurutnya, kuota 150 penerima manfaat berhasil terpenuhi hanya dalam waktu satu bulan sejak sosialisasi program dilakukan. Para penerima berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Lombok dan pulau-pulau lainnya.
AWK juga menyoroti teknologi yang digunakan karena dinilai memiliki bobot lebih ringan dibandingkan produk konvensional yang selama ini digunakan di Indonesia.
AWK berharap Narayan Seva Sansthan dapat melanjutkan program tersebut setiap tahun dan memperluas jangkauannya ke daerah lain, termasuk Surabaya.
“Ini merupakan bentuk kerja sama bilateral yang luar biasa antara Indonesia dan India dalam kerangka G20, sebuah people-to-people connection nyata yang sangat saya dukung,” kata AWK.
Lebih lanjut, AWK menilai kerja sama tersebut dapat dikembangkan tidak hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga melalui transfer teknologi dari India ke Indonesia.
“Oleh karena itu, kami berharap ilmu fabrikasi artificial limb dari India ini bisa ditularkan ke kita. Kalau memungkinkan, kita berharap beliau bisa membangun klinik, rumah sakit, hingga pabriknya disini,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Narayan Seva Sansthan YS. Lodha, Ketua Pembina Yayasan Puspadi Bali Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T., Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali Ni Putu Yuni Candra Yanti, perwakilan Imigrasi Denpasar, perwakilan Kantor Bea Cukai Ngurah Rai serta undangan lainnya.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna



