BeritaDaerahPemerintahanPendidikanPolitikSeni BudayaSosial

Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo Pacitan, Momentum Perkuat Semangat Kebangsaan

"Kemerdekaan tidak semata-mata diukur dari kemeriahan dan kemewahan perayaan"

Pacitan,JBM.co.id-Pemerintah Kabupaten Pacitan menggelar Resepsi Kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo, Kabupaten Pacitan, dan menjadi puncak rangkaian peringatan kemerdekaan yang berlangsung dengan penuh khidmat, sederhana, dan sarat makna kebangsaan.

Resepsi kenegaraan dihadiri Bupati Pacitan Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, beserta Ibu Efi Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Pacitan Gagarin beserta Ibu Hendarti Gagarin, Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi, beserta jajaran pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, pejabat Pemerintah Kabupaten Pacitan, kepala instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan dan profesi, serta para orang tua/wali dan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan selaku Ketua Panitia Penyelenggara, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pacitan dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Nomor B-99/M/S/TU.00.03/07/2026 tanggal 10 Juli 2026 tentang penyampaian tema, logo, dan partisipasi menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026.

Tahun ini, peringatan kemerdekaan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Tema tersebut, menurut Heru, sejalan dengan semangat kegotongroyongan dan perjuangan untuk terus membangun serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pacitan.

“Peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan tahun ini diselenggarakan dengan kesederhanaan dan penuh khidmat, tetapi tidak mengurangi arti penting dan makna dari esensi kemerdekaan yang sebenarnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kemerdekaan tidak semata-mata diukur dari kemeriahan dan kemewahan perayaan. Lebih dari itu, kemerdekaan harus dimaknai melalui rasa syukur, semangat kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan masyarakat.

Momentum tersebut diharapkan mampu menjadi pemicu semangat sekaligus motivasi bagi masyarakat Pacitan untuk terus berkarya dan mengambil peran dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera dan bahagia.

Berbagai kegiatan pokok telah dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di antaranya Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pacitan dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden, pengukuhan dan pelepasan Paskibraka, salat hajat dan sujud syukur, Apel Kehormatan dan Renungan Suci, upacara bendera di berbagai instansi dan wilayah, ziarah nasional, upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, upacara penurunan bendera, hingga Resepsi Kenegaraan.

Selain kegiatan pokok, masyarakat Pacitan juga terlibat dalam beragam kegiatan penunjang yang dirancang untuk menghidupkan semangat kemerdekaan dari berbagai sektor.

Di bidang keluarga dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan antara lain Bulan Timbang Serentak, Sekolah Lansia Tangguh, serta Lomba Cipta Baca Puisi “Ayah Harus Hadir”.

Semangat kreativitas seni, kepemudaan dan olahraga turut digelorakan melalui Panca Run 5K DPRD, Festival Rontek, lomba gerak jalan, Pacitan Night Marching Parade, dan berbagai kegiatan lainnya.

Sementara dari sektor ekonomi, pemerintah dan masyarakat mendorong pertumbuhan serta pemberdayaan UMKM melalui Gelora (Gerakan Lokal Berdaya dan Berkarya) UMKM Fest 2026, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta kegiatan penguatan ekonomi masyarakat lainnya.

Kegiatan yang mengangkat potensi alam dan kepedulian lingkungan juga menjadi bagian dari semarak kemerdekaan, antara lain Ekspedisi Luweng Ombo, Gahvara Yava Expedition 2026, Gebyar Adiwiyata untuk Indonesia Asri, serta gerakan Bersih Pacitanku.

Tidak kalah menarik, Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitan turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memperkaya semangat peringatan kemerdekaan tahun ini.

“Masih banyak kegiatan lain yang masih berjalan dan berlangsung di masyarakat,” kata Heru.

Seluruh rangkaian tersebut melibatkan berbagai unsur di Kabupaten Pacitan, mulai dari pemerintah daerah, TNI dan Polri, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, pemuda, hingga masyarakat luas.

Menurut Heru, keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang bersama untuk menumbuhkan nasionalisme, mempererat persatuan dan kesatuan, serta mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian.

Resepsi Kenegaraan tahun ini juga menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah keterlibatan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan Dewan Pimpinan Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) dalam kepanitiaan serta prosesi pelepasan Paskibraka.

Keterlibatan generasi muda tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan Resepsi Kenegaraan yang semakin kreatif dan inovatif pada tahun-tahun mendatang.

“Harapan ke depan, tahun berikutnya PPPI dan DPPI dapat menjadi panitia sepenuhnya dan berinovasi dalam penyelenggaraan resepsi kenegaraan HUT Kemerdekaan RI yang lebih menarik, unik, dan sakral,” ungkapnya.

Resepsi Kenegaraan di Pendopo Kabupaten Pacitan malam itu diikuti sekitar 685 undangan dari berbagai unsur lembaga dan perwakilan elemen masyarakat.

Di penghujung laporannya, Maulana Heru menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara.

Ia berharap seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan tahun ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu meninggalkan energi positif bagi masyarakat untuk terus bergerak membangun Pacitan.

“Marilah kita jadikan momentum peringatan kemerdekaan ini sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab kita untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(Red/yun).

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button