
Jbm.co.id-DENPASAR | Aksi kemanusiaan pengukuran 150 kaki palsu bukan sekadar pemberian alat bantu, tetapi lebih dari itu. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembalian mobilitas, peningkatan kemandirian, produktivitas, serta pembukaan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi ditengah masyarakat.
Terlebih lagi, kegiatan pengukuran 150 kaki palsu merupakan wujud kolaborasi antara Narayan Seva Sansthan dan Puspadi Bali di Annika Linden Centre, Jalan Bakung Nomor 19, Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan data semester I tahun 2024, terdapat 25.781 penyandang disabilitas di Provinsi Bali. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.826 orang (45,8%) merupakan penyandang disabilitas fisik.
Data ini menunjukkan betapa pentingnya pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas fisik, termasuk akses alat bantu, terutama kaki palsu.
“Tentu kebutuhan setiap orang berbeda-beda, sehingga pemberian alat bantu harus berdasarkan asesmen kebutuhan individu agar tepat guna, aman, dan dapat mendukung kemandirian penerimanya,” kata Ni Putu Yuni Candra Yanti, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial P3A Provinsi Bali di Annika Linden Centre, Jalan Bakung Nomor 19, Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2026).
Pada tahun 2024 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga sedang menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.
Menurutnya, peraturan ini memperkuat komitmen kita bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar penerima bantuan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak dan kesempatan setara untuk berpartisipasi.
“Dalam pemenuhan alat bantu, kami juga berkolaborasi dengan beberapa donatur. Pendistribusian pada tahun 2024 ini mencakup 190 unit kursi roda, tongkat ketiak, maupun walker. Namun, karena kebutuhan alat bantu sangat beragam, pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri,” kata Candra Yanti.
Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi Puspadi Bali dan Narayan Seva Sansthan yang telah memfasilitasi pengukuran 150 kaki palsu ini. Inilah bentuk kolaborasi nyata agar semakin banyak penyandang disabilitas memperoleh alat bantu yang sesuai dengan kebutuhannya.
Untuk itu, Candra Yanti berharap dukungan ini tidak berhenti pada pemberian alat bantu semata. Setelahnya, pihaknya berharap kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mandiri, bekerja, berwirausaha, berkarya, dan berpartisipasi di masyarakat dapat terbuka semakin luas.
Akhir kata, pihaknya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Puspadi Bali, Narayan Seva Sansthan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Tak hanya itu, pihaknya juga berharap, semoga 150 kaki palsu yang akan diberikan tidak hanya membantu penerimanya melangkah secara fisik, tetapi juga menjadi langkah menuju kemandirian, produktivitas, dan kualitas hidup yang lebih layak.
“Mari bersama-sama kita wujudkan Bali yang semakin inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh penyandang disabilitas,” pungkasnya.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




