BeritaDaerahKesehatanPemerintahanPendidikanSosial

Siaga Super Flu, Dinkes Pacitan Aktifkan Sistem Kewaspadaan Dini di 24 Puskesmas dan RSUD

"Seluruh jajaran, baik RSUD maupun 24 UPT Puskesmas, sudah kami siagakan untuk mengantisipasi potensi sebaran virus super flu"

Pacitan,JBM.co.id- Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Kesehatan memasang status siaga menghadapi potensi ancaman virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal luas sebagai super flu.

Arahan langsung Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, menjadi landasan penguatan kewaspadaan di seluruh fasilitas layanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengungkapkan bahwa langkah antisipatif sejatinya telah disiapkan jauh hari. Bersama RSUD dr. Darsono dan 24 UPT Puskesmas, Dinas Kesehatan memastikan seluruh sistem layanan kesehatan berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan.

“Seluruh jajaran, baik RSUD maupun 24 UPT Puskesmas, sudah kami siagakan untuk mengantisipasi potensi sebaran virus super flu,” ujar dr. Daru, Jumat (9/1/2026).

Kesiapsiagaan tersebut meliputi kesiapan logistik kefarmasian, penyiapan sumber daya tenaga kesehatan, hingga penguatan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi dilakukan secara langsung kepada pasien yang berobat di puskesmas, dokter keluarga, serta peserta BPJS Kesehatan, sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan publik.

“Upaya ini penting agar masyarakat memahami karakter varian virus baru tersebut, sehingga lebih waspada, khususnya saat bepergian ke luar daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Daru memastikan koordinasi lintas sektor telah diperkuat, terutama dengan RSUD dr. Darsono yang disiapkan sebagai lokasi karantina apabila ditemukan kasus suspek super flu di Pacitan.

“Pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi pijakan kami. Sistem penanganan sudah kami siapkan sejak awal, sehingga jika skenario terburuk terjadi, langkah-langkah penanggulangan bisa segera dijalankan,” tegasnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk kembali mengedepankan perilaku hidup bersih dan sehat. Budaya cuci tangan pakai sabun, penggunaan masker saat sakit flu, serta kehati-hatian dalam aktivitas sosial dinilai menjadi benteng awal pencegahan.

“Perilaku hidup bersih dan sehat harus kembali menjadi kebiasaan bersama. Ini kunci utama untuk memutus mata rantai penularan penyakit,” pungkas dr. Daru.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button