
Jbm.co.id-DENPASAR | Humanity Project Bali 2026 merupakan sebuah kegiatan yang membawa pesan sederhana, namun sangat penting, yakni bahwa setiap manusia berhak untuk bergerak, berdaya, mandiri, dan menjalani kehidupan dengan bermartabat.
Bagi sebagian besar orang, berjalan merupakan sesuatu yang sangat biasa, mulai dari bangun, berdiri, berjalan keluar rumah, pergi bekerja, bersekolah, berbelanja, bertemu teman, atau melakukan aktivitas sehari-hari tanpa harus memikirkan dapat melangkah dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun bagi seseorang yang kehilangan anggota tubuh, sebuah langkah dapat memiliki arti yang sangat berbeda.
Sebuah kaki palsu bukan hanya sekadar alat bantu. Kaki palsu adalah kesempatan untuk kembali bergerak, kesempatan untuk kembali bekerja, kesempatan untuk kembali beraktivitas bersama keluarga, dan yang paling penting, kesempatan untuk kembali percaya bahwa kehidupan masih memiliki banyak kemungkinan.
“Karena itulah, kami sangat menghargai kehadiran dan semangat Narayan Seva Sansthan India yang datang ke Bali untuk berbagi keahlian, pengalaman, dan kepedulian melalui kegiatan ini,” kata Ketua Pembina Yayasan Puspadi Bali, Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T., di Annika Linden Centre, Jalan Bakung Nomor 19, Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2026).
Atas nama Puspadi Bali, Wayan Runa menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Narayan Seva Sansthan atas kerja sama dan komitmennya dalam menghadirkan bantuan kaki palsu bagi para penyandang disabilitas di Bali.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, yakni pemerintah, organisasi penyandang disabilitas, komunitas, tenaga profesional, relawan, keluarga penerima manfaat, serta semua pihak yang telah membantu menyebarluaskan informasi sehingga semakin banyak orang yang dapat mengetahui adanya kesempatan ini,” pungkasnya.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna



