JBM.co.id, Balikpapan – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor meresmikan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kaltim Delivery dan e-Samsat Bhabinkamtibmas di Ballroom Novotel Balikpapan, Selasa (4/5/2021).

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan bahwa semua pihak terkait mampu meningkatkan PAD Kaltim dengan berbagai inovasi.

“Dan Inovasi ini memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor, sehingga tidak perlu lagi datang ke Kantor Samsat.

Tentunya, perlu didukung dan dibarengi peningkatan layanan kepada para wajib pajak melalui pelayanan Samsat ini.

Sehingga, para wajib pajak tidak perlu lagi mengantri dan membawa uang tunai ke Kantor Samsat. Pembayaran sudah bisa dilakukan melalui transaksi online,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir mengatakan bahwa Samsat Kaltim Delivery merupakan salah satu terobosan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak.

“Ini merupakan terobosan Bapenda Kaltim untuk memudahkan seluruh masyarakat dalam membayar pajak. Sekaligus upaya menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor,” katanya.

Legislatif juga akan terus bekerja sama dengan eksekutif dalam peningkatan PAD Kaltim dengan turut mensosialisasikan Perda Pajak.

“Kita dorong usaha Bapenda Kaltim dalam meningkatkan PAD. Salah satunya dengan mensosialisasikan perda tentang pajak,” katanya.

Sementara Kepala Bapenda Kaltim Ismiati mengatakan inovasi ini merupakan penyempurnaan inovasi yang sebelumnya yakni wajib pajak telah melakukan pembayaran pajak melalui online Samsat.

Namun sesuai ketentuan wajib pajak tetap harus ke kantor untuk melakukan pengesahan STNK dan mendapatkan SKPD asli sebagai bukti bayar dengan aplikasi Samsat Kaltim.

“Ini merupakan pertama di Indonesia dari proses pendaftaran, pembayaran sampai permintaan antar jemput STNK yang sudah disahkan,” jelasnya.

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak membeberkan bahwa inovasi ini sangat penting untuk peningkatan pelayanan masyarakat.

“Kita berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ketika tidak boleh terlalu banyak aktivitas di luar rumah, kemudian tetap dituntut memberikan pelayanan maksimal maka harus dilakukan kreativitas dan inovatif,” paparnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here