BaliBeritaDaerahDenpasarPemerintahan

Warga Denpasar Keluhkan Ngantre BBM hingga 1 Jam Lebih: Capek-Capek Ngantre Dapat Pertamax Dibilang Pertalite Kosong 

Jbm.co.id-DENPASAR | Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mengular sejak pagi hingga malam hari, Senin (12/10/2026).

Warga mengaku harus mengantre hingga satu jam untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax.

Kelangkaan stok BBM di sejumlah SPBU di Denpasar, Badung, dan Tabanan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Bahkan, antrean kendaraan masih terpantau hingga pukul 22.00 WITA.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah SPBU tetap beroperasi, tetapi kehabisan stok BBM. Kondisi tersebut membuat pengendara harus berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki persediaan.

Antrean panjang mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WITA. Berdasarkan keterangan petugas SPBU, banyaknya kendaraan yang mengantre sempat memicu kemacetan di sekitar lokasi pengisian BBM.

Salah seorang warga Denpasar mengaku telah mengantre sekitar satu jam demi mendapatkan BBM. Ia menilai kondisi tersebut tidak biasa, karena baru kali ini harus menunggu begitu lama di SPBU tersebut.

“Saya antre sudah satu jam lebih baru dapat BBM. Capek-Capek ngantre ternyata dapat Pertamax dibilang petugas ternyata Pertalite lagi kosong,” kata warga Denpasar, usai ngantre di SPBU Kawasan Gatsu Tengah Denpasar.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, sejumlah pihak turut turun ke lapangan, mulai dari relawan pengatur lalu lintas, personel kepolisian, hingga petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

SPBU Kosong, Warga Berkeliling Cari BBM

Kelangkaan BBM tidak hanya memicu antrean panjang, tetapi juga membuat warga harus berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki stok.

Pemantauan sejak pagi dilakukan dari kawasan Ubung Kaja, Denpasar Utara, menuju Kota Tabanan, kemudian berlanjut ke selatan melalui Jalan Raya Tanah Lot hingga Jalan Raya Canggu, Badung.

Di sepanjang jalur tersebut, sejumlah SPBU dilaporkan tidak memiliki stok BBM. Kondisi serupa terlihat di kawasan Jalan Bypass Soekarno, Kediri, hingga Pesiapan, Tabanan.

Sejumlah pengendara bahkan memilih menunggu di tepi SPBU meski belum memperoleh kepastian mengenai kedatangan truk tangki pengangkut BBM.

Seorang ibu rumah tangga mengaku kecewa, karena tidak mendapatkan informasi mengenai jadwal kedatangan pasokan BBM.

“Siang-siang begini tidak ada BBM, bagaimana warga dapat beraktivitas,” keluh ibu rumah tangga tersebut sambil meninggalkan SPBU dengan indikator bahan bakar kendaraannya yang nyaris kosong.

Di Jalan Raya Tanah Lot, sejumlah wisatawan juga terpaksa memutar arah setelah mendapati SPBU kosong dan dipasangi tali pembatas.

Pengendara Beralih ke Pertamax Akibat Pertalite Kosong

Ditengah kelangkaan tersebut, seorang warga Badung mengaku harus berkeliling sekitar 1,5 jam dari Ubung hingga Dalung, Kuta Utara, sebelum menemukan SPBU di Jalan Kebo Iwa Utara, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, yang masih memiliki stok Pertamax.

Sejumlah warga kemudian mendatangi SPBU tersebut, termasuk pengendara yang sehari-hari menggunakan Pertalite. Mereka memilih beralih ke Pertamax agar bisa menggunakan kendaraan sampai di rumahnya.

“Daripada mogok kehabisan bensin (BBM) lebih baik isi saja dengan pertamax, meski dibilang petugas pertalite kosong. Yang penting sampai di rumah,” terangnya.

Pengemudi ojek online juga merasakan dampak kelangkaan BBM. Mereka harus mengantre demi memastikan kendaraan tetap bisa digunakan saat membawa penumpang.

“Masih satu strip, tapi saya takut kehabisan BBM di tengah jalan. Beli pertamax sajalah daripada ditinggal penumpang,” kata pengemudi ojek online.

Kekosongan stok dan antrean panjang juga terpantau di sejumlah kawasan Denpasar, seperti Hayam Wuruk, Puputan Renon, Kereneng, hingga sepanjang Jalan Gatot Subroto. Kepadatan kendaraan di sekitar SPBU turut berdampak pada kelancaran lalu lintas.

Warga Desak Pasokan BBM Kembali Normal

Sejumlah warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera memastikan kelancaran distribusi BBM ke seluruh wilayah Bali. Mereka menilai ketersediaan bahan bakar sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, kegiatan usaha, serta mobilitas wisatawan.

“Kalau pasokan BBM seret, semuanya akan terganggu. Situasi ini harus menjadi perhatian pihak terkait, terutama pemerintah, agar tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat,” kata warga Tabanan.

Hingga berita ini ditulis, penyebab antrean panjang dan kekosongan stok BBM di sejumlah SPBU belum dapat dipastikan. Belum ada keterangan resmi dari Pertamina mengenai kondisi persediaan dan distribusi BBM di wilayah Bali.

Masyarakat berharap ada penjelasan resmi sekaligus kepastian normalisasi pasokan agar antrean panjang yang membuat pengendara menunggu hingga satu jam tidak terus berulang.

Pewarta: Ace Wiguna

Editor: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button