Seni Balaganjur Kreasi Rawat Warisan Budaya dan Kebersamaan Forkopimda Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Hari kedua Pagelaran Seni Balaganjur Kreasi dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI berlangsung meriah di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Puputan Badung, Denpasar, Minggu, 3 Agustus 2025.
Setelah resmi dibuka oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto sehari sebelumnya, puncak kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster yang menyampaikan sambutan dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan budaya oleh Forkopimda Bali.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyatakan bahwa pagelaran ini merupakan langkah positif yang lahir dari semangat kebersamaan TNI, Polri, Kejaksaan dan Pemerintah Daerah dalam merawat warisan budaya.
Gubernur Koster menilai Balaganjur Kreasi sebagai bentuk seni kontemporer yang tumbuh pesat dalam lima tahun terakhir, terutama di kalangan generasi muda Bali, yang tetap setia menjaga akar budayanya di tengah derasnya pengaruh global.
“Budaya adalah penopang utama kehidupan masyarakat Bali dan sumber nilai kehidupan yang menjadi kekuatan utama daerah ini. Kegiatan seperti ini harus terus digelar sebagai upaya menjaga identitas bangsa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata dan UMKM, kata Gubernur Koster, seraya menyatakan dukungan anggaran sebesar Rp 100 juta untuk kelanjutan kegiatan serupa di masa mendatang.
Sebagai puncak acara, Dewan Juri dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengumumkan lima tim terbaik berdasarkan penilaian artistik, kreativitas dan kekompakan.
Lima tim tersebut adalah: SMKN 5 Denpasar Timur; Paiketan Seni Manuk Raya, Desa Manukaya, Tampaksiring, Gianyar; Jelung Kumara Pemuteran, Gerokgak, Buleleng; Sekaa Gong Yowana Giri Puspa, Desa Kedisan, Tegalalang, Gianyar; serta Sekaa Cemagi Nyalian, Banjarangkan, Klungkung.
Kegiatan ditutup secara resmi oleh Aster Kasdam IX/Udayana yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pagelaran ini.
“Kami berharap semangat melestarikan budaya melalui kegiatan seni seperti Balaganjur terus ditanamkan kepada generasi muda Bali sebagai bagian dari penguatan karakter dan jati diri bangsa,” pungkasnya. (red/tim).


