Polemik Goa Gong Pacitan Terus Mengemuka, Ancaman Penutupan Bayangi Stabilitas Ekonomi dan Gejolak Sosial
"Kalau sampai ditutup, roda ekonomi masyarakat sekitar bisa lumpuh. Gejolak sosial sangat mungkin terjadi"

Pacitan, JBM.co.id-Polemik yang terus bergulir di kawasan wisata Goa Gong kian memantik kekhawatiran berbagai pihak. Isu yang tak kunjung mereda itu bahkan disebut-sebut berpotensi mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan penutupan kawasan wisata andalan tersebut.
Sumber media yang enggan disebutkan jati dirinya mengungkapkan bahwa apabila polemik terus berkembang tanpa penyelesaian, opsi penutupan bisa menjadi keputusan yang diambil pemerintah. Namun, langkah tersebut diyakini bukan tanpa konsekuensi besar.
“Kalau sampai ditutup, roda ekonomi masyarakat sekitar bisa lumpuh. Gejolak sosial sangat mungkin terjadi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Kawasan Goa Gong selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi warga. Tidak hanya pelaku usaha kecil dan pedagang, sektor transportasi seperti angkutan umum, kendaraan pariwisata, hingga layanan shuttle juga sangat bergantung pada keberlangsungan operasional destinasi tersebut. Penutupan kawasan dikhawatirkan akan memutus mata pencaharian banyak pihak sekaligus memicu ketegangan sosial.
Lebih jauh, sumber tersebut menilai bahwa potensi kemarahan masyarakat tidak akan sepenuhnya diarahkan kepada pemerintah. Justru, pihak-pihak yang dianggap menjadi pemicu polemik berpotensi menjadi sasaran utama.
“Fenomena ini bisa terjadi. Pemerintah mungkin bisa mengambil sikap tegas, tapi dampak sosialnya tidak bisa diremehkan. Warga bisa saja meluapkan kemarahan kepada pihak yang dianggap membuat kegaduhan,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Pacitan, Minirul Ichwan, belum memberikan pernyataan resmi terkait sengketa lahan yang menjadi akar persoalan. Ia juga belum menanggapi desakan atau wacana penutupan kawasan tersebut.
“Yang pasti sampai saat ini Goa Gong masih tetap beroperasi,” ujarnya singkat.
Situasi ini menempatkan Goa Gong dalam persimpangan yang krusial. Di satu sisi, diperlukan ketegasan untuk meredam polemik, namun di sisi lain, keputusan yang diambil harus mempertimbangkan dampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.(Red/yun).




