
Jbm.co.id-DENPASAR | Ribuan umat Hindu memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam perayaan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Hari Raya Nyepi sekaligus momentum memperkuat persaudaraan dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali.
Gubernur Bali, Wayan Koster, hadir mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno dalam acara yang dihadiri sekitar 5.500 umat tersebut. Dharma Santi tidak hanya digelar di Bali, tetapi juga dilaksanakan serentak di berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Papua Selatan dan Sumatera Selatan.
Acara diisi dengan dharma wacana, pertunjukan seni budaya, serta hiburan musik yang memperkuat nuansa spiritual sekaligus kebersamaan. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, termasuk Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, serta Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya.
Dalam sambutan virtualnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya Dharma Santi sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan persatuan bangsa.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat merayakan Dharma Santi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di tanah air,” ujarnya.
Presiden juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dalam keberagaman serta menghidupkan nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita adalah bangsa besar yang rukun dalam perbedaan. Berbeda tetapi tetap satu. Kita harus terus saling menghormati, saling mendukung, dan saling mengasihi,” tegasnya.
Ia turut mengajak umat Hindu untuk mengamalkan ajaran Tri Hita Karana sebagai fondasi menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno menyoroti tantangan kehidupan modern yang dipenuhi “kebisingan” informasi. Ia mengingatkan bahwa derasnya arus media sosial seringkali membuat masyarakat kehilangan ruang untuk refleksi diri.
“Kadang kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan, ketersinggungan lebih cepat daripada pengertian,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai Nyepi seperti amati geni, amati karya, dan amati lelungan sangat relevan untuk membentuk pribadi yang lebih tenang dan bijaksana. Ia juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah meningkatnya bencana alam.
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menambahkan bahwa Dharma Santi merupakan momen kembali pada keheningan diri, sejalan dengan ajaran Bhagavad Gita tentang karma yoga.
Kegiatan ini mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam, yaitu satu bumi satu keluarga, yang diharapkan mampu memperkuat kerukunan umat beragama serta kesadaran kolektif dalam menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Usai acara, suasana hangat terlihat di area pelataran Art Center Denpasar. Gubernur Koster menjadi pusat perhatian peserta yang antusias mengabadikan momen melalui swafoto bersama. (red).




