Portal Akan Kembali Dibangun? Strategi Senyap Menjaga Aset Miliaran di Pancer Door
"Jejak masa lalu masih terlihat jelas di lapangan, dua lubang bekas tiang portal lama menjadi saksi bisu bahwa pembatas tersebut pernah berdiri kokoh"

Pacitan,JBM.co.id-Upaya menjaga marwah kawasan wisata terus dilakukan dengan berbagai cara, termasuk langkah-langkah yang tampak sederhana namun sarat makna.
Di kawasan Panti Pancer Door, Pacitan, strategi pengamanan aset kembali menjadi sorotan. Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga setempat konon dikabarkan tengah menyiapkan pemasangan portal di sisi selatan, tepat setelah pintu masuk kawasan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Jejak masa lalu masih terlihat jelas di lapangan, dua lubang bekas tiang portal lama menjadi saksi bisu bahwa pembatas tersebut pernah berdiri kokoh.
Namun, portal itu harus tumbang, konon akibat insiden seorang pengendara motor yang kehilangan kendali dalam kondisi tidak sadar penuh.
Kini, wacana pemasangan kembali portal mencuat sebagai bagian dari strategi pengamanan yang lebih tegas. Bukan sekadar pembatas fisik, portal ini menjadi simbol perlindungan terhadap aset bernilai miliaran rupiah yang telah dibangun dengan perencanaan matang.
Kawasan jogging track di Pancer Door sejatinya dirancang sebagai ruang ramah pejalan kaki, sebuah jalur yang menyatu dengan lanskap pesisir dan memberi pengalaman rekreasi yang nyaman.
Namun dalam praktiknya, jalur tersebut kerap dilintasi kendaraan bermotor, bahkan bus pariwisata. Beban berlebih itu perlahan menggerus kualitas infrastruktur, membuat beberapa ruas mulai bergelombang dan kehilangan fungsi idealnya.
Sumber yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa spesifikasi pembangunan jalur tersebut memang tidak diperuntukkan bagi kendaraan berat. “Ini bukan jalan umum. Ini ruang publik untuk aktivitas ringan, bukan lintasan kendaraan,” ujarnya.
Jika benar portal kembali dipasang, maka ini bukan sekadar upaya pembatasan akses, melainkan bentuk penegasan fungsi ruang. Sebuah langkah kecil yang menyiratkan keseriusan dalam menjaga keberlanjutan fasilitas wisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Pacitan, Munirul Ichwan, belum bisa dimintai keterangan resmi terkait kebenaran dari rencana tersebut.
Namun publik kini menanti, apakah portal akan kembali berdiri, dan apakah kali ini mampu menjadi penjaga yang lebih tangguh bagi kawasan Pancer Door.
Di tengah geliat pariwisata yang terus berkembang, menjaga apa yang sudah dibangun menjadi sama pentingnya dengan menciptakan hal baru. Dan mungkin, dari sebuah portal sederhana, komitmen itu kembali ditegaskan.(Red/yun).



