Rob Goodfellow: Australia Datang ke Bali Bukan Sekadar Berwisata, tapi Cari Harmoni Tri Hita Karana

Jbm.co.id-BADUNG | Bali bukan sekadar destinasi wisata bagi masyarakat Australia. Lebih dari itu, Bali menjadi tempat untuk menemukan kembali nilai-nilai kehidupan, harmoni dengan alam, sesama manusia, dan Tuhan melalui filosofi Tri Hita Karana.
Hal tersebut diungkapkan Guest Speaker, Dr. Rob Goodfellow, dalam kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Implementation (MoI) Bali Australia Spirit Alliance (BASA) melibatkan Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali, Universitas Udayana (Unud), dan Western Sydney University (WSU), di Ruang Bangsa, Rektorat Unud, Jimbaran, Badung, Selasa (3/11/2026).
Turut hadir, Prof. Dr. I Nyoman Sunarta, M.Si., Agus Maha Usadha, Dr. Drs. I Ketut Ngastawa, S.H., M.H., Drs. I Dewa Muka, MA., Febe Lie Indah Rahayu dan Ni Nyoman Djani, S.E., Martha Tari, S.H.
Hadir pula, Prof. Dr. IDG. Palguna, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Ir. IGN. Nitya Shanthiasa, M.T., Putu Sri Budani, AM.Par., HTS., I Dewa Ayu Diah Suryandari, SST..Par.,M.M., CHE., Dr. I Made Budhi Arsika, S.H., LLM., Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., MSi, Ph.D., dan Putu Ayu Astj Senja Pratiwi, S.S., M.Hum., Ph.D.
Dari Western Sydney University, juga hadir Prof. Nichole Georgeou ,Dr. Rob Goodfellow dan Dr. Sulfan Tadjoeddin.
Dr. Rob Goodfellow mengungkapkan, kedekatan masyarakat Australia dengan Bali bukan hubungan yang terbentuk hanya karena kunjungan wisata sesaat.
“Banyak warga Australia terus kembali ke Bali, bahkan hingga puluhan kali, karena memiliki ikatan tersendiri dengan kebudayaan dan kehidupan masyarakat Bali,” kata Dr. Rob Goodfellow.
Bahkan, Dr. Rob Goodfellow mengaku telah mengunjungi Bali lebih dari 100 kali. Pengalaman tersebut membuatnya semakin menghargai kekayaan budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Bali.
Menurutnya, salah satu nilai yang membuat Bali begitu istimewa adalah Tri Hita Karana, filosofi yang mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan lingkungan, sesama manusia, dan Tuhan.
Menariknya, Dr. Rob Goodfellow membandingkan filosofi tersebut dengan kehidupan di Australia yang menurut pengamatannya cenderung memisahkan ketiga unsur tersebut.
Dr. Rob Goodfellow menilai nilai-nilai yang hidup dalam kebudayaan Bali menjadi sesuatu yang relevan untuk dipelajari dan dibangun sebagai jembatan persahabatan antara dua negara bertetangga.
“Ya, luar biasa. Ini real, ini bukan filosofi saja. Ini real, yang real itu saya berteman dan pertemanan itu akan tahan untuk selama-lamanya,” tutupnya.
Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna




