BadungBaliBeritaDaerahPendidikan

Rektor Unud Prof Ketut Sudarsana Tegaskan BASA Tak Sekadar MoU: Riset Bali-Australia Harus Berdampak Nyata

Jbm.co.id-BADUNG | Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menegaskan kolaborasi akademik Bali dan Australia melalui Bali Australia Spirit Alliance (BASA) tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi harus menghasilkan program penelitian dan pengembangan pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Implementation (MoI) BASA antara Universitas Udayana dan Western Sydney University (WSU) menggandeng Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali di Ruang Bangsa, Rektorat Universitas Udayana, Jimbaran, Kabupaten Badung, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kuliah umum (Public Lecture) sebagai ruang pertukaran gagasan sekaligus memperkuat hubungan akademik kedua institusi.

Turut hadir, Prof. Dr. I Nyoman Sunarta, M.Si., Agus Maha Usadha, Dr. Drs. I Ketut Ngastawa, S.H., M.H., Drs. I Dewa Muka, MA., Febe Lie Indah Rahayu dan Ni Nyoman Djani, S.E., Martha Tari, S.H.

Hadir pula, Prof. Dr. IDG. Palguna, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Ir. IGN. Nitya Shanthiasa, M.T., Putu Sri Budani, AM.Par., HTS., I Dewa Ayu Diah Suryandari, SST..Par.,M.M., CHE., Dr. I Made Budhi Arsika, S.H., LLM., Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., MSi, Ph.D., dan Putu Ayu Astj Senja Pratiwi, S.S., M.Hum., Ph.D.

Dari Western Sydney University, juga hadir Prof. Nichole Georgeou ,Dr. Rob Goodfellow dan Dr. Sulfan Tadjoeddin.

Prof. Ketut Sudarsana menyebut penandatanganan MoU dan MoI sebagai momentum penting dalam memperluas kolaborasi akademik internasional. Ia menyampaikan apresiasi kepada Western Sydney University atas komitmennya membangun kemitraan bersama, serta kepada NCPI Bali yang berperan penting memfasilitasi kerja sama melalui jejaring, pengetahuan lokal, dan dukungan berkelanjutan.

Sebagai perguruan tinggi negeri di Bali, menurutnya, Universitas Udayana memiliki komitmen untuk memastikan pengembangan pendidikan dan penelitian senantiasa terhubung dengan kebutuhan masyarakat serta nilai-nilai luhur bangsa.

“Visi kami untuk menjadi universitas yang unggul, mandiri, dan berakar pada budaya menjadi panduan dalam membangun kemitraan yang bermakna, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Prof. Ketut Sudarsana.

Ia menekankan, kerja sama antaruniversitas harus melampaui sekadar perjanjian institusional. Kemitraan tersebut perlu membuka peluang pertukaran pengetahuan, memperkaya pengembangan akademik, sekaligus memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat.

Dalam kerangka BASA, sejumlah bidang prioritas telah dirancang, antara lain penelitian bersama melalui inisiatif Baliology for Social Impact atau Baliologi untuk Dampak Sosial.

Menurutnya, program tersebut berfokus pada pemberdayaan perempuan, generasi muda, dan komunitas desa adat Bali. Selain itu, kolaborasi juga mencakup peningkatan kapasitas akademik melalui penelitian bersama, kemitraan gelar, serta pertukaran staf dan tenaga pengajar.

Menurut Prof. Ketut Sudarsana, bidang-bidang tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menghubungkan ilmu pengetahuan akademik dengan kebutuhan sosial yang riil.

Prof. Ketut Sudarsana juga menilai penelitian yang menghargai kekayaan budaya Bali, kearifan lokal, serta dinamika kehidupan komunitas menjadi sangat penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kemitraan ini, Western Sydney University menghadirkan keunggulan di bidang riset dan manajemen proyek, sedangkan Universitas Udayana memiliki kapabilitas akademik serta pemahaman mendalam mengenai Bali dan Indonesia.

Sementara itu, NCPI Bali dengan jaringan pemangku kepentingan yang luas dan pemahaman terhadap konteks lokal akan berperan memfasilitasi keterlibatan masyarakat serta mendukung implementasi program kolaborasi.

“Hal ini merupakan contoh nyata bagaimana universitas dan organisasi profesional dapat berjalan bersama. Kami menyadari bahwa kontribusi akademik yang bermakna memerlukan keterlibatan yang luas, merangkul masyarakat, serta para pemangku kepentingan yang berhubungan langsung dengan isu-isu yang sedang diselesaikan,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Ketut Sudarsana berharap kuliah umum yang menjadi bagian dari kegiatan BASA mampu membuka ruang dialog akademik, memperluas wawasan, dan mendorong lahirnya peluang kerja sama baru di antara institusi yang terlibat.

Prof. Ketut Sudarsana menegaskan keberhasilan kemitraan Bali-Australia tidak hanya diukur dari dokumen perjanjian yang ditandatangani, tetapi dari keberlanjutan program, keterlibatan aktif para pihak, serta hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Pada akhirnya, keberhasilan kemitraan ini tidak hanya diukur dari penandatanganan dokumen perjanjian melainkan dari pengembangan program-program pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Prof. Ketut Sudarsana berharap BASA tumbuh atas dasar saling percaya, komitmen bersama, dan keunggulan akademik, sekaligus menjadi fondasi kolaborasi internasional yang memperkuat pembangunan berkelanjutan berbasis budaya Bali.

Melalui kemitraan ini, Universitas Udayana menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai institusi yang menghadirkan solusi akademik bagi persoalan masyarakat dan pembangunan Bali.

Pewarta: Ace Wiguna
Editor: Putu Wiguna

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button