
Jbm.co.id-DENPASAR | SMP Negeri 9 Denpasar menorehkan prestasi membanggakan. SMP Negeri 9 berada di Kota Denpasar, Bali berhasil meraih KEJAR Award 2026 sebagai Satuan Pendidikan Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Terbaik Nasional Subkategori Umum.
Penghargaan tersebut diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam penghargaan tersebut, SMPN 9 Denpasar menjadi pemenang subkategori umum dengan mitra kerja sama Bank BPD Bali.
Capaian ini menempatkan SMPN 9 Denpasar sebagai salah satu sekolah yang dinilai berhasil mengimplementasikan budaya menabung dan literasi keuangan di kalangan pelajar.
Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih SMPN 9 Denpasar.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil sinergi antara OJK Bali, SMPN 9 Denpasar, Dinas Pendidikan Kota Denpasar, industri jasa keuangan, serta dukungan guru, siswa dan wali murid.
“Selamat kepada SMP N 9 Denpasar sebagai sekolah implementasi Kejar terbaik nasional. Ini merupakan prestasi yang diraih melalui sinergi antara OJK Bali, Sekolah, Dinas Pendidikan Kota Denpasar, PUJK dalam hal ini BPD Bali dan Bank Mandiri, serta tentunya seluruh guru, siswa dan wali murid di SMPN 9 Denpasar,” kata Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman, saat dikonfirmasi insan media di Denpasar, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Parjiman berharap keberhasilan SMPN 9 Denpasar dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Bali untuk membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah.
“Semoga dapat menginspirasi sekolah-sekolah lainnya di Bali dalam menerapkan kebiasaan baik menabung di bank sejak dini dari usia sekolah. Melalui kebiasaan baik ini kita wujudkan generasi-generasi muda di Bali yang cerdas mengelola keuangan untuk meraih masa depan yang cerah,” lanjutnya.
Konsisten Bangun Budaya Menabung
Prestasi SMPN 9 Denpasar dalam program KEJAR bukan muncul secara tiba-tiba. Sekolah tersebut sebelumnya juga meraih Juara I Lomba Program Hari Rabu Menabung Terbaik tingkat SMP se-Kota Denpasar Tahun 2025 yang diselenggarakan OJK.
Program unggulan sekolah tersebut dikenal dengan nama SIRAMEN atau Siswa Rabu Menabung. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dengan melibatkan siswa, wali kelas serta lembaga perbankan mitra, yakni Bank BPD Bali dan Bank Mandiri.
Dalam pelaksanaannya, wali kelas mendampingi siswa untuk menabung. Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan perbankan dalam pengelolaan tabungan serta pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
Konsistensi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan finansial sejak usia sekolah. Menabung tidak hanya diarahkan untuk memiliki rekening, tetapi juga membentuk kedisiplinan siswa dalam menyisihkan uang secara rutin.
OJK Dorong Menabung Sejak Dini
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini.
“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica.
Program KEJAR sendiri menjadi salah satu upaya OJK bersama industri jasa keuangan dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kepemilikan rekening sekaligus membangun budaya menabung di kalangan pelajar.
Pada periode September 2025 hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 679.000 rekening pelajar baru telah dibuka. Selain itu, lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di 122 ribu sekolah.
Jadi Inspirasi Sekolah di Bali
Keberhasilan SMPN 9 Denpasar meraih KEJAR Award 2026 menunjukkan bahwa budaya menabung dapat dibangun melalui program yang konsisten dan melibatkan berbagai pihak.
Kolaborasi sekolah, OJK, pemerintah daerah, perbankan, guru, siswa dan orang tua menjadi kekuatan penting dalam membangun literasi serta inklusi keuangan sejak usia sekolah.
Dengan prestasi tersebut, SMPN 9 Denpasar diharapkan tidak hanya menjadi penerima penghargaan, tetapi juga menjadi contoh bagi sekolah lainnya di Bali dalam menciptakan generasi muda yang disiplin, cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.
“Penguatan budaya menabung sejak sekolah juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian finansial generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (ace).




