
Jbm.co.id-BANGLI | Puncak Karya Baligia Punggel Puri Kaleran Bangli, di Kedhatuan Agung Alang Sanja, Bebalang Bangli dipuput lima sulinggih, pada Purnama Sasih Kalima, Rabu, 5 November 2025.
Di Karang Suci suara genta lima sulinggih berpadu, sungguh menghidupkan suasana spiritual penyucian dan pembersihan roh leluhur dan bersatunya kembali dengan Brahman.

Lima sulinggih yang muput, Ida Pedanda Griya Kaler Kangin Siladan, Ida Pedanda Griya Sekaton Bitra Gianyar, Ida Ratu Pedanda Griya Lumbung Sati Griya Sasih Gianyar, dan Ida Ratu Pedanda Buda Griya Buda Keling serta Ida Ratu Shri Begawan Putra Natha Bangli Anom Pemayun yang sekaligus sebagai Yajamana Karya.
Sementara di Madya Mandala Karang Suci dipersembahkan tari gambuh dengan suara suling laras pelog, ini menambah khusuk dan khidmatnya ritual Baligia Punggel tersebut.
Pagi pada hari puncak, dilaksanakan metatah. Dilanjutkan dengan petirtaan di Tirta Bulakan beberapa meter arah barat Kedhatuan. Pada pukul 13.00 WITA dilangsungkan prosesi mejaya-jaya bagi anggota keluarga yang metatah atau potong gigi.
Upacara dilanjutkan ngaskara, mapeselang, medana-dana dan nuwek bagia pulakerti. Prosesi berlangsung hingga larut malam. Pada pukul 00.00 WITA dilaksanakan upacara ngeseng puspa dan berakhir nganyut ke Segara Siyut, Gianyar.
Cokorde Mangku Bagus Gaya Dirga, Pengelungsir Puri Kaleran Bangli mengungkapkan bahwa upacara ini merupakan kewajiban baginya untuk membayar hutang leluhur. “Ini hutang kita kepada leluhur yang wajib kita lunasi,” ujarnya, sembari menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan upacara ini.
Dia berterima kasih kepada Yayasan Sanggraha Mandra Kantha Santhi Bebalang atas penyelenggaraan upacara tersebut. (S kt Rcn).



