Hadirkan Rasa Aman di Semua Destinasi, Polisi Pariwisata Dinilai Mendesak Untuk Kembali Hadir Di Pacitan
"Keberadaan Polisi Pariwisata merupakan elemen penting dalam menunjang kenyamanan dan keamanan pengunjung di berbagai destinasi, khususnya kawasan pantai"

Pacitan,JBM.co.id-Pesona wisata bahari yang dimiliki Pacitan tak diragukan lagi. Deretan pantai eksotis dengan panorama alam yang memikat menjadi magnet kuat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun di balik keindahan tersebut, ada satu kebutuhan mendasar yang kini dinilai semakin mendesak: kehadiran Polisi Pariwisata.
Seorang pemerhati wisata di Pacitan, Muhammad Mujahid, menilai bahwa keberadaan Polisi Pariwisata merupakan elemen penting dalam menunjang kenyamanan dan keamanan pengunjung di berbagai destinasi, khususnya kawasan pantai.
Ia mengingatkan bahwa Pacitan sebenarnya pernah memiliki unit tersebut sekitar tahun 2011. Kala itu, Polisi Pariwisata bertugas di Pantai Teleng Ria dengan tampilan yang khas dan profesional, mengenakan seragam putih dipadu dasi merah serta celana gelap dengan garis merah di sisi samping.
“Dulu sempat ada dan cukup mencolok. Selain memberi rasa aman, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi,” ungkap Mujahid saat berbincang dengan awak media, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, keberadaan Polisi Pariwisata mulai menghilang sejak pengelolaan Pantai Teleng Ria dialihkan ke pihak swasta melalui skema built operate transfer (BOT). Sejak saat itu, peran pengamanan berbasis pelayanan wisata tersebut belum kembali dihadirkan.
Padahal, lanjut Mujahid, dengan karakter wisata Pacitan yang didominasi oleh destinasi laut, kehadiran personel khusus yang siaga di lapangan menjadi sangat krusial. Tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan langsung kepada wisatawan.
Polisi Pariwisata sendiri merupakan unit khusus di bawah kepolisian yang memiliki tugas utama menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada wisatawan. Mereka biasanya aktif berpatroli di area wisata, membantu penanganan pertama dalam situasi darurat, hingga memberikan informasi kepada pengunjung.
Di sejumlah destinasi unggulan Indonesia, seperti Bali, unit ini bahkan telah dilengkapi dengan teknologi modern seperti bodycam yang terhubung ke pusat komando, perangkat kejut listrik, serta sistem CCTV dengan fitur pengenalan wajah. Mobilitas mereka juga didukung kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda listrik hingga ATV.
Tak hanya itu, kemampuan berbahasa asing menjadi nilai tambah penting bagi personel Polisi Pariwisata, mengingat interaksi langsung dengan turis mancanegara menjadi bagian dari tugas sehari-hari.
“Keberadaan mereka bukan sekadar penjaga keamanan, tapi juga representasi citra pariwisata itu sendiri. Wisatawan akan merasa lebih tenang dan dihargai,” jelas Mujahid.
Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat kembali menghadirkan Polisi Pariwisata di seluruh destinasi unggulan Pacitan. Langkah ini dinilai sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yang menekankan pentingnya perlindungan dan kenyamanan bagi wisatawan.
Harapan hadirnya kembali Polisi Pariwisata, Pacitan tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga jaminan rasa aman. Yaitu sebuah kombinasi yang diyakini mampu meningkatkan daya saing pariwisata daerah di kancah nasional maupun internasional.(Red/yun)




