Pangdam IX/Udayana Gerak Cepat Kerahkan Prajurit TNI Tangani Bencana di Enam Kabupaten Bali

Jbm.co.id-DENPASAR | Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Bali sejak Minggu (1/11/2026).
Hal tersebut memicu serangkaian bencana alam di sejumlah wilayah. Bahkan, tanah longsor dan pohon tumbang telah terjadi di enam kabupaten, yakni Karangasem, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, dan Badung.
Bencana tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan warga.
Merespons situasi tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa langsung mengerahkan satuan jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah terdampak, untuk bergerak melakukan penanganan darurat.
Pangdam menekankan agar seluruh satuan kewilayahan senantiasa tanggap terhadap perkembangan situasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap langkah penanganan.
Menindaklanjuti perintah tersebut, prajurit TNI AD jajaran Kodam IX/Udayana langsung bergerak bersama pemerintah daerah, BPBD, Polri, relawan, dan masyarakat untuk menangani dampak bencana di sejumlah wilayah. Upaya tanggap darurat dilakukan melalui pembersihan material longsor, evakuasi pohon tumbang, pengamanan lokasi rawan bencana, hingga pemulihan akses jalan yang terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman.
Dalam pelaksanaannya, para prajurit bersama unsur terkait turut membantu memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi bencana tetap aman, sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan dan evakuasi.
Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko lanjutan akibat kondisi cuaca yang masih berpotensi membahayakan masyarakat.
Langkah cepat tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Sinergi lintas instansi yang didukung semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana, meminimalkan risiko, serta meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa pengerahan prajurit jajaran Kodam IX/Udayana merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana alam, mulai dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan kondisi wilayah.
“Pangdam IX/Udayana telah memerintahkan seluruh satuan jajaran, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk senantiasa siaga dan bergerak cepat membantu masyarakat. Penanganan dilaksanakan secara terpadu melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait, dengan prioritas utama keselamatan warga,” kata Kapendam.
Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dan satuan kewilayahan tidak hanya difokuskan pada penanganan dampak fisik bencana, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat tetap aman, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Kapendam juga menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
Untuk itu, Kapendam berharap masyarakat menghindari kawasan rawan longsor, lereng perbukitan, serta area yang berpotensi tertimpa pohon tumbang dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kondisi yang membahayakan.
Kodam IX/Udayana memastikan kesiapsiagaan satuan jajaran terus optimal, dengan memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD untuk hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan wilayah ditengah ancaman cuaca ekstrem.
Editor: Putu Wiguna



