BeritaDaerahKesehatanPemerintahanPendidikanSosial

Puasa dan Kesehatan: Ulasan Eksklusif Bersama Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji

"Puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu pengaturan gula darah, yang berpotensi bermanfaat bagi individu berisiko diabetes"

Pacitan,JBM.co.id- Dalam perbincangan eksklusif bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, dijelaskan secara komprehensif mengenai manfaat puasa bagi kesehatan tubuh sekaligus mengurai fakta dan mitos yang berkembang di masyarakat.

Puasa, sebuah praktik menahan diri dari makanan dan minuman untuk jangka waktu tertentu, tidak hanya memiliki makna religius tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi fisiologis tubuh, menurut berbagai studi kesehatan terbaru.

Menurut dr. Daru Mustikoaji, puasa adalah proses yang kompleks secara biologis. “Ketika tubuh berpuasa, terjadi perubahan metabolik yang nyata, mulai dari pengaturan gula darah hingga adaptasi penggunaan energi dari lemak,” ujar dr. Daru, Ahad (22/2/2026).

Studi medis menunjukkan puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu pengaturan gula darah, yang berpotensi bermanfaat bagi individu berisiko diabetes.

dr. Daru menguraikan ulasan durasi puasa yang sering dibahas publik:

1–2 Hari: Tubuh masih menggunakan gula sebagai sumber utama energi, sehingga sering timbul rasa lemas pada fase awal ini.

3–7 Hari: Tubuh mulai menggunakan cadangan lemak, yang bisa berdampak pada penurunan berat badan bila dilakukan dengan aman.

Lebih dari 7 Hari: Dr. Daru menekankan bahwa puasa berkepanjangan (long-term fasting) harus diawasi medis karena risiko komplikasi meningkat. “Bukan berarti semakin lama semakin baik, setiap durasi punya konsekuensi yang berbeda,” tambahnya.

Penelitian menunjukkan bahwa puasa, termasuk puasa teratur (seperti puasa harian atau intermittent fasting), dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol LDL, dan beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya.

Selain pengaturan gula darah, tubuh yang berpuasa secara teratur sering menunjukkan penurunan tekanan darah dan perbaikan profil lipid darah, hal yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung. “Ini bukan magic cure, tapi sebuah kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan memperbaiki fungsi metabolik,” jelasnya.

Tidak lepas dari manfaatnya, dr. Daru juga mengingatkan masyarakat bahwa puasa tidak selalu aman untuk semua orang. “Bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes dengan pengobatan insulin, atau mereka dengan kondisi jantung yang tidak stabil, puasa harus diputuskan bersama tenaga medis,” ujarnya.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button