Anggota DPR RI Nengah Senantara Dukung Total Pansus TRAP Selamatkan WBD Jatiluwih dan Warga Lokal Harus Dilindungi

Jbm.co.id-TABANAN | Pernyataan penting disampaikan dari Gedung Parlemen. Anggota DPR RI Fraksi NasDem asal Bali, Ir. I Nengah Senantara, akhirnya angkat suara terkait isu penyelamatan Warisan Dunia Jatiluwih yang tengah menjadi sorotan publik.
Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem asal Bali, Ir. I Nengah Senantara menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Pansus TRAP DPRD Bali dalam menyelamatkan Warisan Dunia Jatiluwih dan menertibkan pelanggaran di kawasan lanskap Subak.
Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. I Nengah Senantara menegaskan bahwa upaya Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali menindak pelanggaran tata ruang dan menjaga keaslian Subak merupakan kerja strategis demi mempertahankan status UNESCO dan keberlanjutan alam Bali dan sangat kami apresiasi kinerjanya demi masa depan Pulau Dewata.
Namun demikian, Senantara memberikan penekanan bahwa masyarakat lokal harus menjadi penerima manfaat utama. Menurutnya, pelestarian Jatiluwih tidak boleh hanya berhenti pada penegakan regulasi.
Menurut Nengah Senantara, penyelamatan Jatiluwih tak boleh hanya berorientasi pada regulasi, tetapi juga pada masa depan petani dan warga adat yang selama ini menjadi penjaga warisan budaya.
“Kami mendukung total langkah Pansus TRAP. Tapi jangan sampai masyarakat lokal Bali tersisih. Mereka harus dilindungi, karena merekalah fondasi masa depan Bali,” kata Ir. Inengah Senantara, saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025.
Nengah Senantara menegaskan keberhasilan penindakan pelanggaran LSD harus menjadi momentum mengembalikan kehormatan Jatiluwih sebagai ikon dunia berbasis subak dan petani.
Nengah Senantara juga menyampaikan bahwa keberhasilan Pansus TRAP menindak pelanggaran LSD adalah momentum untuk mengembalikan kehormatan Jatiluwih sebagai ikon dunia sebagai ikon yang dijaga bukan oleh investor, melainkan oleh petani bali yang tekun dan setia.
Dukungan politik ini memperkuat legitimasi Pansus TRAP yang kini tengah merampungkan rekomendasi penataan kawasan dan skema penguatan kesejahteraan petani Subak.
Sebagai informasi, kawasan Jatiluwih telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 2012 dan semakin mengukuhkan nama Bali setelah meraih predikat Desa Terbaik Dunia versi UN Tourism tahun 2024. Kini kawasan tersebut menjadi fokus pengawasan serius guna memastikan keberlanjutan pariwisata dan budaya berjalan selaras dengan kesejahteraan warga adat penjaga subak. (red).


