Pemkab Pacitan Sambut Mahasiswa KKN-PPM UGM 2026, Dorong Inovasi Desa dan Penguatan Pemberdayaan Masyarakat
"Kehadiran adik-adik mahasiswa di Pacitan bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi energi baru bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa "

Pacitan,JBM.co.id-Pemerintah Kabupaten Pacitan menyambut hangat kedatangan 210 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Periode 2 Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Pacitan. Sambutan resmi kepada para mahasiswa disampaikan dalam acara penerjunan KKN-PPM UGM yang berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) di Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo.
Dalam kesempatan tersebut, sambutan Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Yudo Tri Kuncoro. Atas nama Pemerintah Kabupaten Pacitan dan seluruh masyarakat, Yudo menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan KKN-PPM UGM yang kembali dipercaya mengabdi di Bumi Pacitan.
“Pemerintah Kabupaten Pacitan merasa terhormat dan bersyukur karena Universitas Gadjah Mada kembali menempatkan mahasiswa-mahasiswi terbaiknya untuk mengabdi di wilayah kami. Kehadiran adik-adik mahasiswa di Pacitan bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi energi baru bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujar Yudo saat membacakan sambutan Bupati Pacitan.
Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026 dijadwalkan melaksanakan pengabdian mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Selama kurang lebih 50 hari, mereka akan diterjunkan di tujuh kecamatan, yakni Pacitan, Tegalombo, Nawangan, Sudimoro, Pringkuku, Donorojo, dan Tulakan. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki kekayaan potensi yang besar, mulai dari wisata pantai dan goa, pertanian, hingga dinamika sosial masyarakat di kawasan pegunungan karst.
Yudo menegaskan, bahwa KKN-PPM bukan sekadar agenda akademik untuk memenuhi kewajiban perkuliahan, melainkan ruang pembelajaran nyata yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai mitra desa, membawa gagasan segar, inovasi, dan solusi aplikatif yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Pemerintah Kabupaten Pacitan juga menitipkan harapan besar kepada para mahasiswa agar turut mendukung agenda pembangunan daerah, terutama dalam sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, penguatan literasi digital, edukasi kesehatan, pelestarian lingkungan, serta mitigasi bencana. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membantu pemerintah desa memetakan potensi lokal sekaligus menggerakkan partisipasi generasi muda melalui semangat gotong royong dan kolaborasi.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat membantu desa dalam mengoptimalkan potensi wisata dan UMKM, memperkuat edukasi kesehatan dan literasi digital, serta menumbuhkan semangat pemberdayaan masyarakat. Pacitan saat ini terus berbenah, dan kehadiran mahasiswa KKN diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memajukan desa,” lanjutnya.
Tak hanya kepada mahasiswa, pesan juga disampaikan kepada para camat dan kepala desa di lokasi KKN agar memberikan pendampingan dan dukungan penuh selama mahasiswa melaksanakan pengabdian. Pemerintah kecamatan dan desa diharapkan dapat membimbing mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat, sehingga pelaksanaan program KKN dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kepada para mahasiswa, Yudo berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat masyarakat Pacitan, serta mengedepankan etika dan semangat belajar selama berada di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari seberapa besar dampak dan kesan baik yang ditinggalkan bagi masyarakat desa.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hormati kearifan lokal masyarakat Pacitan yang guyub dan rukun. Jaga kesehatan, keselamatan, dan manfaatkan waktu pengabdian ini untuk menorehkan karya terbaik yang membawa dampak nyata,” pesannya.
Menambah semarak suasana, sambutan tersebut juga diselipi pantun penyemangat yang menggambarkan kehangatan penyambutan Pemerintah Kabupaten Pacitan kepada mahasiswa UGM. Dengan penuh harap, Pemerintah Kabupaten Pacitan secara resmi menerima kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026 untuk mengabdi, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat desa.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, pelaksanaan KKN-PPM UGM di Pacitan diharapkan tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga melahirkan dampak pembangunan yang berkelanjutan. Dari desa-desa di Pacitan, semangat pengabdian itu diharapkan menjelma menjadi ikhtiar bersama untuk membangun Indonesia dari pinggiran, dari masyarakat, dan dari kerja nyata.(Red/yun).




