BaliBeritaDaerahGianyarKesehatanPemerintahan

Ny. Putri Koster Dorong Kader Posyandu Pahami 6 SPM Demi Keberhasilan Pembangunan Desa

Jbm.co.id-GIANYAR | Transformasi Posyandu yang sejalan dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 dinilai akan membawa dampak besar terhadap pembangunan desa.

Dengan cakupan tugas yang kini meliputi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Posyandu disebut berperan penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster menegaskan bahwa kader Posyandu harus memahami enam SPM agar mampu menjalankan tugas secara optimal.

Hal itu disampaikan Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat kegiatan Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali “Membina dan Berbagi” di Desa Sumita dan Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Selasa, 7 April 2026.

Menurutnya, keberhasilan Posyandu di tingkat desa akan memberikan dampak berantai terhadap pembangunan di tingkat yang lebih luas.

“Kesuksesan pelaksanaan program Posyandu akan berpengaruh pada 85 persen keberhasilan pembangunan di desa/kelurahan. Hal ini juga akan berdampak pada keberhasilan pembangunan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi,” terangnya.

Ny. Putri Koster menjelaskan, Posyandu memiliki peran strategis karena bekerja dengan pola bottom-up. Para kader disebut aktif mendata persoalan warga dan membantu proses tindak lanjut bersama pemerintah secara berjenjang.

“Kader Posyandu adalah harapan kita. Untuk itu, mereka harus terus belajar dan meningkatkan pemahaman sesuai dengan bidang tugas masing-masing,” imbuhnya.

Selain penguatan kapasitas kader, Ny. Putri Koster juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber.

Menurutnya, setiap rumah tangga perlu mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah sebelum dibawa ke tempat pengolahan.

“Sampah-sampah yang kita hasilkan sebaiknya dikelola dari sumbernya, baik dengan memilah, memilih, dan mengumpulkan sesuai jenisnya sebelum diserahkan untuk dibawa dan diolah di TPS3R dan TPST. Dengan begitu, kita sama-sama bertanggung jawab atas apa yang kita hasilkan. Karena sampah, jika tidak dipertanggungjawabkan keberadaannya, akan menjadi sumber yang membahayakan bagi masa depan anak cucu kita nantinya,” paparnya.

Dalam kegiatan tersebut, TP Posyandu Provinsi Bali juga menyalurkan bantuan kepada 126 kader Posyandu di Desa Sumita dan Babakan. Bantuan yang diberikan meliputi 3.780 kilogram beras, 7.560 butir telur, dan 250 kotak susu.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata menjelaskan bahwa Posyandu kini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga ketenteraman dan perlindungan masyarakat.

Ia menyebut Posyandu yang sebelumnya dikenal sebagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Konsep ini menitikberatkan pada pelayanan kesehatan terpadu bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa hingga lansia.

Di tingkat daerah, Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra mengatakan pihaknya terus memperkuat kapasitas kader serta kelembagaan Posyandu di desa dan kelurahan.

“Kami juga memiliki aplikasi sistem informasi Posyandu yang memungkinkan akses informasi terintegrasi hingga tingkat kabupaten,” pungkasnya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button